Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Guru di Rembang ini Sulap Rumah Kontrakannya jadi Rumah Baca

 Beberapa pelajar sedang mengunjungi rumah baca untuk membaca dan meminjam buku (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa pelajar sedang mengunjungi rumah baca untuk membaca dan meminjam buku (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Suhadi (34), seorang guru yang mengajar di SMA Pamotan rela mengubah rumah kontrakannya yang berada di Dukuh Palan RT 2 RW 1 Desa/Kecamatan Pamotan menjadi rumah baca. Rumah yang mempunyai dua kamar, satu ruang tamu dan satu ruang dapur tersebut diisi ribuan buku bacaan serta perlengkapan komputer.

Suhadi menceritakan, rumah baca tersebut sudah didirikan sejak 2013 lalu. Hal itu, katanya, dilatarbelakangi keprihatinan dirinya yang melihat di daerah tempatnya mengontrak masih cukup minim ruang publik untuk masyarakat, khususnya remaja dan anak-anak. Kemudian, terpikir olehnya untuk membuat rumah baca.

“Sebenarnya saya mengontrak rumah ini sudah sejak 2009 lalu. Ketika saya tinggal di sini, saya mengamati daerah Pamotan ini jarang sekali ruang publik untuk pemuda. Maka saya mendirikan rumah baca tersebut,” kata Suhadi.

Ia katakan, hingga saat ini koleksi buku yang dimiliki rumah baca yang didirikannya tersebut, sudah ada sekitar 1.500 buku, yang terdiri dari buku pelajaran dan umum. Baik itu untuk anak-anak, remaja hingga dewasa. “Ribuan buku ini, juga sebagian berasal dari sumbangan donator yang memang peduli dengan pendidikan dan kemajuan daerah,” katanya.

Kemudian, untuk pengelolaan rumah baca, katanya, saat ini secara formal terdapat 11 orang pengurus, yang terdiri dari pemuda dari daerah sekitar. Sedangkan untuk relawannya sendiri, sudah ada puluhan, baik yang berasal dari warga sekitar maupun luar daerah Rembang.0

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk pengunjung yang datang ke rumah baca, untuk setiap harinya ada sekitar 20 orang. “Dan itupun tanpa dipungut biaya. Untuk peminjaman buku maksimal selama satu minggu bahkan dua minggu,” imbuhnya.

Selain itu, rumah baca yang didirikan oleh pemuda yang berasal dari Desa Pekalongan, Winong, Pati ini juga selalu memberikan kegiatan positif lainnya. “Kita juga mengadak kegiatan yang lainnya. Seperti halnya santunan fakir miskin, pentas seni Islami di saat bulan Ramdaan, pentas seni musik keroncong, bahkan sedeqah Alquran di musala atau masjid,” paparnya.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...