Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

BMKG Sebut Gempa di Timur Laut Pati Dibangkitkan Sesar Aktif

f-gempa

 

MuriaNewsCom, Pati – Gempa 3.8 skala richter yang terjadi di kawasan timur laut Pati, Senin (18/7/2016) malam, memunculkan spekulasi terkait dengan adanya sesar aktif di kawasan Semenanjung Muria. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Dr Daryono.

“Gempa yang terjadi di timur laut Pati sangat menarik untuk dikaji. Sebab, di kawasan ini juga terjadi guncangan dahsyat berkekuatan 5.0 SR pada 23 Oktober 2015 lalu. Zona Semenanjung Muria dan sekitarnya secara tektonik memang cukup kompleks. Kami menduga, di zona ini ada sesar aktif, yaitu sesar Muria yang membujur dari Gunung Muria ke arah utara hingga mencapai pantai utara,” ujar Daryono saat berbincang dengan MuriaNewsCom, Selasa (19/7/2016) siang.

Selain Sesar Muria, kata dia, di zona tersebut masih ada sekitar tujuh sesar mikro tanpa nama yang tersebar di pantai lepas Laut Jawa di sekitar zona Semenanjung Muria. “Gempa Semenanjung Muria yang terjadi, bila ditinjau dari letak episenternya tampak terletak di jalur Sesar Muria. Karakteristik kedalaman hiposenter yang sangat dangkal menunjukkan, bahwa aktivitas gempa dibangkitkan oleh sesar aktif,” imbuhnya.

Gempa di Timur Laut Pati sedalam 18 km yang berjarak 42 kilometer dari dataran Kabupaten Pati memang sempat menjadi perbincangan publik. Beberapa warga ada yang merasakan getaran gempa, ada pula yang tidak.

Sejumlah warga yang merasakan berada di kawasan Pati bagian utara, seperti Kecamatan Gunungwungkal, Dukuhseti hingga Tayu. Kendati begitu, Daryono berpesan kepada masyarakat luas untuk tidak terlalu khawatir. “Mohon jangan khawatir. Itu hanya gempa mimor atau gempa kecil,” imbaunya.

Secara terpisah, Sumarlan, warga RT 4 RW 5 Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti mengaku ada dua kali getaran dalam gempa yang berlangsung tadi malam. Gempa pertama dirasakan sekitar tiga detik, sedangkan gempa kedua yang berselang 10 menit dari getaran pertama berlangsung sekitar lima menit.

“Waktu ada getaran, saya sedang nonton televisi. Tiba-tiba ada getaran, ternyata itu gempa. Warga sempat pada keluar rumah. Tapi, tidak ada kerusakan. Tidak ada dampaknya,” ungkap Sumarlan.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...