Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Program Simpada Bakal Pantau Pedagang Pasar “Nakal” di Pati

 Sejumlah pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Pati menghadiri peluncuran Simpada di Pasar Pragola Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Pati menghadiri peluncuran Simpada di Pasar Pragola Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Program Sistem Informasi Pasar Daerah (Simpada) yang diluncurkan Disperindag Pati akan menyajikan daftar harga kebutuhan pokok di 22 pasar tradisional yang ada di seluruh Kabupaten Pati. Dengan fitur tersebut, pedagang tidak bisa menjual barang seenaknya.

Dengan demikian, pembeli tidak akan membeli barang dengan harga tinggi dari harga normal di pasaran. Sebab, sudah menjadi kebiasaan bila pedagang pasar biasanya menawarkan harga yang lebih tinggi untuk kemudian ditawar calon pembeli.

Calon pembeli yang tidak tahu harga standar bisa dipastikan akan “kedelorop”. Polemik tersebut menjadi salah satu alasan bagi Disperindag untuk meluncurkan program Simpada.

“Sudah menjadi tradisi bila pedagang di pasar tradisional menyodorkan harga yang lebih tinggi, biar ditawar pembeli. Program Simpada akan melakukan update harga pasar di masing-masing pasar, sehingga pembeli bisa memperbandingkan antara harga di satu pasar dengan pasar lainnya yang ada di Pati. Pedagang tidak seenaknya jual, pembeli juga tidak kedelorop,” ungkap Kabid Pengelolaan Pasar Disperindag Pati, Edi Setyanto, Senin (18/7/2016).

Edi menyebut, selisih harga di setiap pasar tradisional biasanya hanya terpaut Rp 500. Selisih itu dianggap cukup wajar dan rasional. Bila ada selisih yang signifikan di atas Rp 2 ribu, pembeli diharapkan jeli untuk memilih pedagang mana yang akan dijadikan langganan.

Rencananya, masing-masing pedagang pasar akan didata melalui kartu tanda anggota pedagang (KTAP). Kartu tersebut mengadopsi sistem e-KTP, terdapat nama pedagang dan nomor register.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto menilai program Simpada menjadi bagian dari upaya Pemkab Pati untuk berbenah diri agar tidak tertinggal. “Kalau wacana 10 juta warga Cina datang ke Indonesia untuk berdagang dengan bebas visa itu benar, eksistensi pasar tentu terancam. Ini yang kita siapkan untuk menghadapi pasar bebas ke depan,” ucap Bupati.

 

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...