Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ada Pasar Unik di Sowan Lor Jepara

Pasar Ayam e
Aktivitas di pasar tiban di Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pusat transaksi jual beli atau pasar, umumnya berada di suatu tempat yang khusus, dan banyak menjual berbagai macam barang. Namun, di Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung, Jepara, ini ada satu pasar yang cukup unik.

Pasar tersebut berada di perempatan jalan desa setempat. Ya, pasar itu disebut sebagai pasar tiban, yang berisi penjual dan pembeli ayam dan bebek.

Keunikan dari pasar yang satu ini, adalah para penjual ayam maupun bebek dapat kehabisan barang dalam waktu yang singkat. Selain itu, pasar ini tidak setiap hari ada, hanya ada ketika hari besar tertentu seperti akhir Ramadan dan pascalebaran.

Sedangkan pada hari biasa, pasar ini hanya beroperasi setiap hari Jumat, mulai pukul 05.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB.

Dari pantauan MuriaNewsCom, puluhan pedagang menjual ratusan bahkan ribuan ekor ayam dan bebek dengan harga yang lebih miring dibandingkan dengan yang ada di pasar. Lokasi pasar dadakan (tiban) itu pun ramai pula oleh ratusan pembeli yang datang dari luar Kecamatan Kedung.

Para penjual ayam dan bebek merupakan peternak sendiri sehingga harganya menjadi lebih murah.

Salah satu pedagang sekaligus warga Desa Sowan Lor, Hasan mengatakan, ratusan pembeli yang datang tiap harinya tidak hanya membeli untuk dikonsumsi sendiri, tapi juga untuk dijual kembali dan diternakkan.

“Ramainya pasar ini karena harga ayam dan bebeknya yang murah. Langsung peternaknya sendiri yang jual,” kata Hasan kepada MuriaNewsCom, Jumat (16/7/2016).

Menurutnya, hal yang paling unik dari pasar ini, proses jual beli masih dilakukan dengan cara yang sangat tradisional. Nyaris tak ada timbangan untuk mengetahui berat ayam atau bebek yang mayoritas berjenis ayam dan bebek kampong itu.

Berat atau ringannya ayam dan bebek dilakukan dengan cara ditimang-timang. Untuk mengecek kondisi lainnya, bisa diraba, melihat bulu hingga mengecek kondisi tubuh lainnya.

“Untuk mengecek kesehatan ayamnya, biasanya dilihat dari pantat ayam atau bebek. Untuk ayam yang lebih berat dan sehat, jelas lebih mahal,” kata Hasan.

Sementara itu, salah seorang pembeli ayam, Mahfudloh mengaku lebih memilih membeli ayam di pasar tiban ini lantaran harganya lebih murah jika dibanding dengan harga di pasaran.

“Jika di pasar harga satu ekor ayam kampung bisa mencapai Rp150 ribu, ayam dengan ukuran yang sama di pasar ayam ini hanya Rp80 ribu sampai Rp100 ribu. Selisih harganya antara Rp30 ribu sampai Rp50 ribu,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Comments
Loading...