Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ratusan Buruh PT Starcam Apparel di Batealit Jepara Protes Mogok Kerja

buruh e
Buruh melakukan protes di depan pabrik di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Ratusan buruh yang bekerja di pabrik garmen PT Starcam Apparel Indonesia di Desa Mindahan Kecamatan Batealit, Jepara mogok kerja, Jumat (15/7/2016). Mereka protes kepada pihak perusahaan terkait jam kerja dan pencairan gaji yang tak tepat waktu.

Aksi tersebut dilakukan di halaman kantor operasional pabrik, sekitar pukul 07.00 WIB hingga menjelang siang hari. Mereka berkumpul dan sesekali melontarkan protes kepada pihak pimpinan perusahaan. Menjelang siang, pihak terkait yakni perwakilan buruh, pemilik perusahaan, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jepara, dan aparat baik dari Polsek maupun Koramil Batealit.

Salah seorang buruh yang ikut protes, Dewi (37) mengatakan, ia bersama ratusan buruh lainnya terpaksa harus protes karena beberapa hal. Ia mencontohkan, sejak awal bekerja pada September 2015, sistem penggajian memang selalu molor. Sesuai dengan kontrak awal, gaji bulanan akan diberikan pada tiap tanggal 5, tapi selanjutnya dibayarkan tanggal 10. Terakhir, untuk gaji bulan Juni, tidak dibayarkan sampai saat ini.

“Terakhir, kami belum menerima gaji bulan Juni lalu sampai saat ini, Kita dijanjikan dibayar tanggal 14. Tapi sampai hari ini belum juga dibayarkan,” kata Dewi kepada MuriaNewsCom, Jumat (15/7/2016).

Menurutnya, selain persoalan gaji, jam kerja juga dikeluhkan juga persoalan jam kerja. Sesuai jadwal, buruh dan karyawan seharusnya pulang pukul 15.30 WIB. Tapi praktiknya, kerap pulang hingga pukul 16.30 WIB bahkan hingga pukul 18.00 WIB. Molornya jam kerja tersebut tidak dihitung lembur.

“Jam kerja kami sering melebihi jadwal, tetapi tidak dihitung sebagai lembur. Bahkan jika ada listrik mati yang berakibat aktivitas kerja terhenti sementara, jam kerja tetap diganti,” imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan Ana (35). Menurutnya, masalah yang dipersoalkan oleh pihaknya bersama ratusan buruh lain harus diselesaikan. Jika tidak, maka aksi mogok kerja akan dilakukan untuk beberapa saat ke depan. Ia berharap proses mediasi yang dilakukan oleh pemerintah harus memihak kepada rakyat kecil.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Comments
Loading...