Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ratusan Polisi, TNI dan Satpol PP Pati Dikerahkan untuk Bubarkan Pentas Dangdut di Tambakromo Pati

 Pembubaran pentas dangdut di Desa Keben, Kecamatan Tambakromo sempat terjadi ketegangan dengan petugas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pembubaran pentas dangdut di Desa Keben, Kecamatan Tambakromo sempat terjadi ketegangan dengan petugas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati kembali membubarkan pentas dangdut di wilayah Pati yang tidak mengantongi izin keramaian. Kali ini, pertunjukan dangdut di Desa Keben RT 1 RW 2, Kecamatan Tambakromo yang dibubarkan pada Rabu (13/7/2016) malam.

Tak tanggung-tanggung, pembubaran pentas dangdut OM Nabila di desa  tersebut, dipimpin langsung Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo bersama dengan Wakapolres Pati Kompol Nyamin, Kasat Reskrim AKP Agung Setyo Budi, Kasat Intelkam AKP Sugeng Dwi Haryanto, Kasat Shabara AKP Amlis Chaniago, dan Kapolsek Tambakromo AKP Wasito.

Tiga peleton pasukan pengendali massa (Dalmas) Polres Pati dan satu peleton gabungan Satreskrim dan Unit Intelkam Polsek Tambakromo juga dikerahkan. Tak hanya polisi, pembubaran juga dikawal satu peleton prajurit TNI dari Kodim 0718/Pati dan Koramil Tambakromo yang dipimpin Pasi Intel Kodim 0718/Pati Kapten Inf Yahudi dan Danramil Tambakromo Kapten Inf Urip W.

Satu peleton personel Satpol PP yang dipimpin Kasatpol PP Pati Hadi Santosa juga ikut membantu pengamanan tersebut. Dalam pembubaran tersebut, sempat terjadi ketegangan antara pemilik hajat dan petugas.

Baca juga : Pentas Dangdut di Tambakromo Pati Dibubarkan Polisi

Namun, aksi pembubaran tersebut akhirnya berlangsung lancar setelah diberikan penjelasan. “Sesuai dengan Perda Nomor 8 Tahun 2013, setiap hiburan kesenian atau pertunjukan untuk kepentingan umum tidak boleh berada di rentang waktu H-7 dan H+7 Lebaran,” ujar Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo, Kamis (14/7/2016).

Karena itu, ia berharap agar warga bisa memahami aturan yang sudah menjadi Perda di wilayah Pati tersebut. “Aparat penegak hukum tidak tebang pilih dalam menegakkan aturan. Kami berharap masyarakat bisa mengerti soal itu demi keamanan dan ketertiban bersama,” harapnya.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...