Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bisnis Ukiran Kaligrafi di Jepara Raup Untung Wah Selama Lebaran

Ukir Kaligrafi e
Nurahmad menunjukkan ukiran kaligrafi bentuk pedang dan penyekat ruangan di tempat usahanya, di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Di balik lesunya produk mebel dan olahan kayu pada umumnya. Ternyata tidak demikian dengan bisnis ukiran kayu berbentuk tulisan arab atau kaligrafi di Kabupaten Jepara.

Sebab, usaha ini mendapatkan untung besar dalam beberapa waktu terakhir. Utamanya, ketika momen Ramadan hingga Lebaran tahun ini. Diketahui, penjualan ukiran kaligrafi meningkat drastis dibanding hari-hari biasa.

Hal itu seperti yang dirasakan pengusaha ukiran kaligrafi di Sentra Patung dan Ukir Mulyoharjo, Kecamatan Jepara Kota, Wiwin Nurahmad Yasin. Dia mengaku momen Lebaran menjadi berkah tersendiri bagi pengusaha ukiran kaligrafi.

Momen besar umat Islam itu memberikan napas baru bagi kehidupan usaha itu. Bisnis ukiran kaligrafi laris di pasaran. “Dibandingkan dengan hari biasa, saat momentum hari besar Islam, seperti Ramadan dan Lebaran ini, omzet penjualan naik hingga sekitar 50 persen,” kata Wiwin Nurahmad, Kamis (14/7/2016).

Dirinya yang menggeluti usaha sejak 16 tahun silam itu membanderol hasil ukiran kaligrafinya mulai harga ratusan ribu hingga puluhan juta. Murah atau mahalnya bergantung pada bentuk, jenis bahan baku, dan sentuhan akhir (finishing). Semakin besar ukuran kaligrafi dan semakin banyak ukiran,  maka harganya lebih mahal.

“Dalam ilmu ukir dasar, di Jepara mengenal dua jenis model kalagrafi, yaitu lemahan dan bobokan. Kalau bobokan lebih mahal,” katanya sambil menunjukan kaligrafi berbentuk penyekat ruangan yang dibanderol Rp 25 juta yang dibuat dengan model bobokan.

Nurahmad yang menolak menyebutkan omzet normal dan selama Ramadan hingga Lebaran tak menampik jika bisnis yang digelutinya merupakan spesialis saat momen besar umat Islam itu. “Kenyataannya memang meningkat pesat. Pesanan masih ada selama bukan Syawal ini,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Comments
Loading...