Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Angkutan Barang di Kudus Kembali Beroperasi

918
Angkutan barang sudah mulai beroperasi pascalebaran (MuriaNewsCom)
Angkutan barang sudah mulai beroperasi pascalebaran (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kendaraan angkutan barang di Kudus kembali beroperasi pascamomen Lebaran Idul Fitri 2016.Seperti diketahui, sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan terhitung sejak tanggal 1 hingga 11 Juli 2016, angkutan barang dilarang beroperasi selama arus mudik dan balik lebaran. Aturan tersebut berlaku di seluruh Indonesia  termasuk juga wilayah Kudus.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kudus Didik Sugiharto mengatakan, peraturan tersebut sudah dipatuhi oleh para pengusaha angkutan barang. Adapun kendaraan angkutan barang yang dimaksud adalah kendaraan pengangkut barang yang memiliki sumbu lebih dari dua. Sementara khusus untuk angkutan sembako diperbolehkan.

Setidaknya, ketika peraturan ini diberlakukan ada lebih 300 angkutan barang yang dikandangkan di tempat penitipan truk, yakni di Klaling, Kecamatan Jekulo dan di Kecamatan Jati. “Setelah adanya pelarangan untuk kendaraan pengangkut barang, kini pascalebaran sudah bisa kembali beroperasi dengan normal. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kepadatan arus lalu lintas,” ujarnya.

Dikatakanya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memperpanjang durasi pelarangan pengoperasian truk angkutan barang yang melintas saat arus balik Lebaran hingga dini hari nanti. Hal itu menurutnya dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan arus balik yang diperkirakan masih terus terjadi hingga hari ini.

Meski demikian, pihak dinas akan selalu memantau arus lalu lintas yang ada di Jalur Pantura. Terlebihb arus lalu lintas yang ada di Kudus menuju Jakarta. Sebab, saat mudik beberapa waktu lalu, arus lalu lintas yang ada di Brebes terjadi kemacetan yang panjang.

“Sifatnya situasional, jika memang arah ke Jakarta, terutama di Brebes sudah tidak macet, maka truk yang menuju ke Jakarta sudah dibolehkan beroperasi. Sementara yang menuju ke arah Surabaya sudah diperbolehkan, karena relatif ramai lancar,” katanya.

Editor : Kholistiono

Ruangan komen telah ditutup.