Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ribuan Warga Berebut Ketupat di Lereng Gunung Muria

Ribuan warga berebut ketupat di Taman Ria Colo (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Ribuan warga berebut ketupat di Taman Ria Colo (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Perayaan “syawalan” dengan prosesi kirab gunungan Sewu Kupat Kanjeng Sunan Muria, menarik perhatian masyarakat. Ribuan pengunjung hadir memadati Taman Ria Colo, yang menjadi pusat pelaksanaan acara, yang digelar pada Rabu (13/7/2016). Mereka ingin mendapatkan berkah dari gunungan yang diarak dalam acara tersebut.

Proses Parade Sewu Kupat sendiri diawali dengan diaraknya gunungan yang terdiri atas susunan seribu ketupat dan ratusan lepet, dari rumah sesepuh desa. Dengan diawali upacara kecil-kecilan, selanjutnya gunungan seribu ketupat dan gunungan lepet diarak ke Masjid Sunan Muria.

Dengan dipimpin tokoh ulama setempat, warga kemudian mengarak ketupat dari masjid menuju Taman Ria Colo, yang berjarak sekitar 1 km dari makam. Saat di lokasi, puncak acara digelar. Dengan diawali sambutan dan pemotongan gunungan ketupat, ribuan warga yang memadati lokasi langsung menyerbu dan memperebutkan ketupat dan lepet yang ada.

Beberapa warga terlihat mengenakan pakaian khas pewayangan ketika mengarak seribu ketupat (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Beberapa warga terlihat mengenakan pakaian khas pewayangan ketika mengarak seribu ketupat (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Kudus Musthofa menyampaikan, Parade Sewu Kupat tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu objek wisata primadona di Kudus. Kemudian, agenda ini juga diharapkan bukan hanya sekadar seremonial dan hura-hura, sehingga menghilangkan makna dari perayaan Syawalan.

“Jangan sampai kesannya hanya rebutan ketupat saja. Tentunya, perayaan tradisi ini jangan sampai melunturkan arti atau makna yang sesungguhnya. Makna dari tradisi seribu ketupat ini, yakni, sebagai salah satu bentuk syukur kepada Tuhan, atas nikmat yang diberikan. Termasuk untuk mendapatkan ”karomah” dari Sunan Muria. Perayaan ini juga dimaksudkan sebagai wujud kemenangan, setelah melaksanakan puasa selama satu bulan penuh. Melalui tradisi ini, masyarakat dapat berkumpul dan menjalin silaturahmi antara satu dengan yang lain,” ujarnya.

Dalam acara Parade Sewu Kupat ini, setidaknya ada 28 gunungan dari ketupat dan lepet yang berasal dari organisasi masyarakat, pemerintahan desa yang ada di Kecamatan Dawe, instansi Kecamatan Dawe dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Yuli Kasiyanto menuturkan, Parade Sewu Kupat tersebut, tradisi seperti ini diharapkan bisa berjalan terus setiap tahunnya. Sehingga, nantinya, dapat berimbas positif terhadap kemajuan Kabupaten Kudus.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...