Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Usai Berlebaran, Kakek di Dongos Jepara Bunuh Diri

gantung

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa nahas terjadi di Kabupaten Jepara. Warga Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, digegerkan dengan aksi Bawi (60), warga RT 4 RW 3 desa setempat. Dia mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, pasca merayakan Idul Fitri kemarin.

“Gantung diri dengan seutas tali plastik di teras rumah saudaranya, pada Minggu (10/7/2016) pagi sekitar pukul 06.00 WIB,” ujar tetangga Bawi, Hamid, Senin (11/7/2016).

Menurutnya, diduga suami Parti itu nekad mengakhiri hidup lantaran mengidap penyakit yang tak kunjung sembuh. Sebelumnya, Bawi mengidap penyakit tudun dan sudah dioperasi. Namun, meski sudah dioperasi, penyakit itu tak kunjung sembuh.

Bawi diketahui gantung diri pagi ini sekira pukul 06:00 WIB dengan seutas tali plastik. Dia berpijak pada kursi kerja membuat mebel. Banyak tetangga tak menduga, kakek tujuh cucu itu nekad mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Semasa hidup, Bawi bekerja sebagai sopir. Dia juga dikenal sosok yang baik.

“Sebelumnya kerja jadi sopir, tapi karena sakit itu terus sudah lama tidak bekerja. Dengan tetangga baik kok orangnya,” kata Hamid.

Sementara itu, Kapolsek Kedung Iptu Sukarmo menjelaskan, kronologi kejadian tersebut, semula sekitar pukul 05.15 WIB, istri korban melaksanakan sambatan rumah (gotong royong) di rumah milik Aziz, (30) yang juga tetangganya. Kemudian meminta adiknya bernama Bejo mengambil kayu di rumahnya untuk memasak. Sesampainya di rumah kemdian melihat Bawi sudah menggantung di brak pembuatan mebel kayu.

“Selanjutnya memberitahukan kepada istri korban dan warga lain tentang kejadian tersebut. Selanjutknya korban diturunkan di bawa ke rumah, dan melapor ke polsek kedung,” katanya.

Pihaknya membenarkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit tudun. Dimungkinkan karena sekian lama mengidap penyakit dan tak kunjung sembuh, korban mengakhiri hidupnya. Sedangkan pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban, dan tidak menuntut penyelidikan dari pihak kepolisian.

“Ini murni bunuh diri, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada korban. Ditemukan sperma di celana korban, dan bekas jeratan leher,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...