Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Warga Undaan Sebut Lebaran Hari Kelahiran

kudus-silahturrahim (e)
Warga Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, saling bermaafkan dan bersilahturrahim dengan saudara dan tetangga dekat saat Lebaran. MuriaNewsCom (Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Setiap orang memiliki persepsi sendiri soal datangnya Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Warga Kecamatan Undaan menganggap bahwa Lebaran sebagai hari kelahiran.

Salah satu warga Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Junaedi (60) mengutarakan, kembali menjadi suci itu harus bisa dipraktikkan secara batin maupun lahir.

”Yakni dengan cara puasa satu bulan penuh, melaksanakan zakat fithrah, dan yang terahir yakni saling bersilaturrahim dengan sanak saudara yang kita miliki,” katanya, Kamis (7/7/2016).

Dia menilai, bila ketiga hal itu bisa dijalankan dengan maksimal, maka
secara makna manusia seperti bayi yang baru dilahirkan dari rahim seorang ibu. Yakni semua kesalahan dan dosa terhadap orang lain, khususnya sesama muslim, bisa dihapus Allah SWT.

”Halal bihalal atau saling memaafkan kalau diucapkan dengan bahasa Jawa itu ”amit de, pak, kang lepat kawulo engkang latah, sampeyan halallaken dinten riyadin puniki, fidunnya wal akhirat (permisi pak de, bapak, kakak, salah saya mohon dimaafkan di hari nan fitri ini),” ujarnya.

Sementara saat disinggung mengenai silaturahmi dengan saudaranya yang ada di luar kota, dirinya mengutarakan bahwa pihaknya lebih mengutamakan terlebih dahulu bersilahturahmi dengan tetangga sekitar dan sanak saudara yang ada di sekitarnya.

”Itu paling penting. Sebab saudara dan tetangga sekitar itulah yang sering kita repotkan, kita mintai bantuan dan lainnya. Sehingga silaturahmi itu harus diawali dengan yang ada di sekitar terlebih dahulu. Setelah itu baru saudara yang ada di luar wilayah,” imbuhnya.

Editor: Merie

Comments
Loading...