Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Warga Desa Blaru Rayakan Lebaran dengan Kafilah

pati-takbiran (e)
Kafilah RW II Parade Takbir di Desa Blaru membawakan lampion berupa tongkat bunga raksasa. Suasana perayaan malam Lebaran sangat meriah di desa tersebut. MuriaNewsCom (Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Suasana perayaan Lebaran memang selalu meriah. Seperti ratusan warga Desa Blaru, Kecamatan Pati Kota, yang juga menyambutnya dengan beragam acara.

Sebelum pelaksanaan Salat Idul Fitri tadi pagi, warga Blaru, menggelar parade takbir mengelilingi desa, Selasa (6/7/2016) malam. Mereka terbagi dalam beberapa kafilah yang akan memperebutkan piala bergilir.

Masing-masing kafilah terdiri dari rukun warga (RW) yang membawa ornamen sembari menggemakan takbir. Kafilah RW 4, misalnya. Mereka membawa semacam ornamen menara masjid yang diarak bersama dengan replika ikan hiu raksasa.

Kafilah RW 2 membawa tongkat merah putih dengan lampion berbentuk bunga pada bagian atas. Sementara, Kafilah RW 1 membawa ornamen masjid yang dikelilingi lampu hias cantik.

Sejumlah ornamen lainnya yang menghiasi parade takbir. Di antaranya kuda terbang, masjid bertahta emas, dan lain sebagainya. Beberapa musik pengiring takbir, antara lain tongtek berupa bambu, bedug, drum, hingga dangdut.

Kepala Desa Blaru Sutarman kepada MuriaNewsCom mengatakan, parade takbir diharapkan bisa menyatukan warga Blaru dalam kemenangan umat Islam. ”Kami berharap kerukunan antarwarga bisa tercipta melalui parade takbir. Kafilah terbaik nantinya akan mendapatkan piala bergilir,” katanya.

Sedangkan di Pati bagian barat, empat desa bergabung untuk melakukan takbir keliling. Yakni Desa Jambean Kidul, Sukokulon, Jimbaran, dan Bumirejo. Salah satu ornamen yang sempat menarik perhatian publik adalah ornamen sufi yang berputar.

Ornamen sufi melambangkan diri manusia mencapai pada fitrah. Ornamen sufi yang mengenakan pakaian serba hijau dengan kopiah tinggi menjulang ke atas tersebut terus berputar di atas mobil, mirip dengan tari sufi.

”Ada seratus mobil yang ikut takbir keliling. Empat desa yang berdekatan ini diharapkan bisa saling mengenal dan rukun melalui takbir ini,” kata Kepala Desa Jambean Kidul Edi Kuncoro.

Editor: Merie

Comments
Loading...