Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Asyik, Dapat Badhan Banyak di Hari Lebaran

Penyedia jasa penukaran uang(1) (e)
Pecahan uang dalam nominal kecil, sangat diperlukan saat Lebaran. Pasalnya, warga Jepara membagikannya sebagai badhan yang merupakan tradisi tersendiri. MuriaNewsCom (Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Selain bahagia karena bisa bersilahturrahim dengan keluarga besar, ada juga kebahagian lain saat Lebaran. Yakni mendapatkan angpao.

Kebiasaan membagi-bagikan uang atau angpao kepada sanak saudara, terutama yang masih kecil dan remaja, memang banyak dilakukan warga Jepara. Tak hanya kepada anggota keluarga, tetapi juga kepada tetangga-tetangga yang masih kecil.

Hal itu seperti yang dilakukan Abdullah (27), warga Kecamatan Nalumsari, Jepara. Ketika Lebaran tiba, ia mengaku terbiasa memberikan uang dengan nominal kecil, mulai Rp 2 ribu hingga Rp 10 ribuan, kepada saudaranya maupun tetangga yang masih kecil.

”Biasanya kan, Lebaran banyak yang datang atau berkunjung ke rumah. Kalau orang sini menyebutnya badhan. Kalau badhan itu biasanya banyak anak-anak kecil. Biar mereka tambah semangat berkunjung, saya kasih sedikit uang,” ujar Abdullah, kepada MuriaNewsCom, Rabu (6/7/2016).

Hal serupa juga dilakukan Fitria (25), warga Kecamatan Mlonggo, Jepara. Fitria mengaku menjelang hari Lebaran lalu, sudah menukarkan uang pecahan besar dengan pecahan kecil. Itu dilakukan di Lebaran kali ini dan bertemu dengan anak kecil, bisa berbagi rejeki.

”Ya, meskipun tidak seberapa, tetapi itu buat saya penting. Untuk semakin mengeratkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Yang saya beri memang anak-anak kecil, agar mereka seneng. Itu saya lakukan juga karena dulu waktu kecil, saya juga mendapatkan angpao,” ujarnya.

Kebiasaan tersebut, yang kemudian menjadi tradisi, dimanfaatkan oleh sejumlah orang untuk mengais rejeki dengan membuka jasa penukaran uang. Itu yang terlihat di bulan Ramadan setiap tahunnya.

Apalagi semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri kemarin, semakin banyak para penyedia jasa penukaran uang kecil di Kabupaten Jepara. Mereka yang datang dari luar kota memenuhi sejumlah titik di Jalan RA Kartini.

Hal itu seperti yang dikatakan Gunawan, warga asli Semarang yang mengadu nasib di Kota Ukir, dengan menyediakan jasa penukaranuang. Menurutnya, tahun 2015 lalu dia mengaku mendapatkan keuntungan mencapai Rp 4 juta sejak awal Ramadan hingga mendekati Lebaran.

”Saya ambil untungnya sepuluh persen dari setiap penukaran uangnya. Misalnya kalau ada yang menukarkan uang Rp 200 ribu, maka saya dapat untuknya Rp 20 ribu, karena konsumen bayarnya Rp 220 ribu,” ujar Gunawan.

Editor: Merie

 

Comments
Loading...