Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Meriah, Takbir Keliling Gondosari Gebog yang Padat Penonton

kudus-takbir sukun (e)
Pawai kirab keliling yang diadakan Ikatan Remaja Masjid (Irmas) Darussalam, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Selasa (5/7/2016) malam, berlangsung meriah. MuriaNewsCom (Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom Kudus – Kegiatan takbir keliling yang digelar Ikatan Remaja Masjid (Irmas) Darussalam, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Selasa (5/7/2016) malam, berlansung sangat meraih. Dengan dukungan dari PR Sukun, acaranya sendiri mendapat perhatian penuh masyarakat.

Selain meriah dengan kehadiran peserta dari berbagai kelompok, pawai juga dipadati penonton, baik dari dalam desa maupun luar desa, yang memadati lokasi acara.

Kegiatan takbir keliling yang diselenggarakan tahun ini, lebih meriah ketimbang tahun sebelumnya. Pada tahun ini kegiatan takbir keliling diikuti 12 kelompok, yang tiap kelompok terdiri dari ratusan orang.

Fatkhurrohman, panitia kegiatan menuturkan, kalau tahun ini kegiatan tersebut memang sangat banyak peserta. Tidak hanya dari masjid dan masyarakat sekitarnya saja, namun juga semua wilayah di Gondosari juga datang.

”Satu kelompok sampai dengan ratusan orang yang ikut. Jadi kalau ada 12 kelompok, maka pesertanya bisa mencapai ribuan orang yang ikut serta di dalamnya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, start dari ribuan peserta itu adalah lapangan Gebog. Kemudian takbir keliling dimulai dari Masjid Darussalam di depan MWC Gebog. Setelah itu, peserta akan berkeliling desa sambil mengumandangkan takbir.

Perjalanan yang ditempuh tiap peserta adalah sejauh tiga kilometer, hingga di finish di masjid yang sama. ”Saat berkeliling tidak hanya di jalan besar saja. Namun gang-gang juga dilalui. Hal itu semakin membuat kegiatan berlangsung meriah, karena masyarakat bisa menyaksikan langsung peserta,’ ungkapnya.

Untuk itu, panitia menyediakan hadiah untuk kelompok terbaik. Juri yang dipilih juga dari luar desa, untuk mencegah adanya kecurangan. ”Tema kami peradaban Islam Nusantara. Jadi semuanya bebas berekreasi, tapi juri yang akan menentukan,” ungkapnya.

Editor: Merie

Comments
Loading...