Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tradisi Nyekar ke Makam Buat Pedagang Bunga Tersenyum Manis

Jpeg
Pedagang bunga tabur di Proliman, Barongan, Kudus, sibuk melayani pembeli yang membutuhkan barang itu untuk keperluan nyekar di makam leluhur jelang Lebaran. MuriaNewsCom (Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Satu hari jelang Lebaran, tradisi yang dijalankan masyarakat salah satunya adalah nyekar ke makam leluhur. Tradisi ini membuat pedagang bunga tabur tersenyum manis saking larisnya dagangan mereka.

Pedagang bunga tabur yang banyak dijumpai adalah di kawasan Proliman, Barongan, Kudus. Sejak siang hari, mereka sudah kedatangan banyak pembeli yang membutuhkan bunga untuk nyekar ke makam leluhur.

Banyaknya pembeli, menurut salah seorang pedagang bunga tabur Rukanah (55), membuat omzet penjualannya naik drastis. ”Ya, kalau bisa dibilang naik hingga 300% lebih dari hari biasa,” jelasnya, Selasa (5/7/2016).

Rukanah mengatakan, kalau mendekati Lebaran, dirinya bisa menjual hingga 80 keranjang kecil dan besar bunga tabur. Bahkan, dia tetap berjualan pada hari Lebaran, untuk memenuhi kebutuhan warga.

”Kalau pas hari Lebaran, malah bisa menjual hingga 100 keranjang lebih bunga tabur. Soalnya biasanya habis salat Idul Fitri, banyak yang juga ke makam untuk nyekar,” tuturnya.

Satu keranjang besar bunga tabur, dijual Rp 50 ribu. Sedangkan untuk keranjang kecil dijual Rp 25 ribu. ”Tapi, harga tersebut tetap bisa ditawar. Intinya bisa disesuaikan,” katanya.

Menurutnya, bunga yang dijual juga beraneka macam. Mulai mawar, melati, hingga bunga lainnya, yang dikemas dalam keranjang. Saat sekarang, para pedagang saat sekarang mengalami untung yang banyak. Terlihat dari omzet mereka dalam sehari yang bisa mencapai Rp 5 jutaan.

Padahal, pada hari biasanya hanya mampu menjual maksimal 20 keranjang saja. Itupun harganya berbeda, dengan per keranjang Rp 5 hingga Rp 10 ribu. ”Barangnya susah. Makanya kami naikkan harga. Biasanya kami mendapatkan bunga dari Bandungan,” ungkapnya.

Editor: Merie

Comments
Loading...