Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Warga Tidak Peduli Tarif Parkir Naik Tinggi

kudus-tarif parkir (e)
Papan sosialisasi tarif parkir yang dipasang Dishubkominfo Kudus tidak mempan untuk mengatasi naiknya tarif parkir jelang Lebaran. MuriaNewsCom (Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Naiknya tarif parkir di sejumlah pusat keramaian dan perbelanjaan di Kudus, memang dikeluhkan sebagian orang. Namun, banyak juga warga yang tidak peduli akan kenaikan tarif itu.

Meski Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kudus telah memasang papan informasi mengenai biaya parkir di beberapa titik di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, namun seolah semuanya tidak ada gunanya.

Namun, kenaikan itu rupanya juga tidak begitu membebani warga yang menggunakan jasa tersebut. Mereka beralasan, kenaikan itu hanya setahun sekali, dan untuk menjaga kendaraannya supaya aman.

Salah seorang pengguna jasa parkir bernama Rifai (37), warga Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kudus, mengatakan jika tarif parkir yang naik itu, adalah hal yang wajar. Bahkan, jika ditarik parkir sebesar Rp 5 ribu untuk sepeda motor, baginya juga tidak masalah.

”Kalau naik itu sih, wajar-wajar saja. Soalnya kan, ini even setahun sekali. Menjelang Lebaran. Tidak apa-apa menurut saya. Meski kita ditarik di atas harga karcis, tapi ya tidak apa-apa,” terangnya.

Hal yang sama juga disampaikan pengguna fasilitas parkir lainnya bernama Alex, warga Kabupaten Pati. Dia mengatakan tidak masalah harus membayar biaya parkir yang cukup mahal.

”Yang penting adalah kendaraan saya itu aman, selama saya beraktivitas di dalam mal. Jadi kan, tidak perlu waswas. Dan lagi, ini juga setahun sekali. Tidak masalah bagi saya,” tuturnya.

Tarif parkir, terutama parkir dadakan yang banyak muncul jelang Lebaran, memang tidak sesuai dengan aturan yang ada. Kenaikannya ratusan persen dari tarif yang tertera di perda. Parkir yang diterapkan saat
menjelang lebaran memang tidak sesuai dengan papan sosialisasi yang ada.Terlebih masyakarat juga tidak menghiraukan akan hal itu.

Salah satu petugas parkir di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus yang enggan disebutkan namanya, mengatakan jika dirinya membuka parkir memang terbilang dadakan.

”Kalau untuk motor memang ditarik Rp 3 ribu, sedangkan mobil ditarik Rp 5 ribu. Bahkan ada yang memberi lebih. Kalau saya hanya ikut saja tarif parkir yang ada. Teman-teman saya juga menaikkan semua,” terangnya.

Editor: Merie

 

Comments
Loading...