Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Populasi Sapi Potong di Grobogan Ditarget Meningkat

sapi
Bupati Grobogan Sri Sumarni melihat bantuan peralatan dan ternak yang akan diserahkan pada kelompok tani. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski saat ini potensi sapi potong merupakan paling banyak kedua di Jateng setelah Blora, namun populasi yang ada harus terus ditingkatkan.

Hal itu diungkapkan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menghadiri peluncuran dan deklarasi Sentra Peternakan Rakyat (SPR) ‘Subur Makmur Sejati’ serta penilaian lomba inseminator dan penyerahan hibah kelompok ternak yang dilangsungkan di Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan, Sabtu (2/7/2016).

“Sejauh ini, populasi sapi mencapai 170 ribu ekor. Ditingkat Jateng, banyaknya sapi di Grobogan ini nomor dua setelah Blora. Dengan adanya SPR ini, populasi sapi harus bisa lebih banyak lagi,” cetusnya.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap daging ini makin meningkat. Tetapi sebagian daging itu terpaksa didatangkan dari luar karena produksi dalam negeri belum mencukupi. Oleh sebab itu, kondisi ini di sisi lain merupakan peluang untuk mengembangkan sapi potong.

Selain dengan SPR, untuk mempertahankan populasi sapi, Sri meminta Disnakkan memaksimalkan program inseminasi buatan. Sebab, melalui upaya ini terbukti bisa menghasilkan sapi yang berkualitas.

Selain itu, upaya lainnya adalah menekan tingkat penyembelihan sapi betina. Khususnya sapi yang masih dalam usia produktif. “Saya minta agar Disnakkan terus mengawasi masalah ini. Pemotongan sapi betina ini harus dicegah agar tidak memotong rantai produksi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disnakkan Grobogan Riyanto menambahkan, SPR yang ditempatkan di Desa Boloh, Kecamatan Toroh adalah pusat pertumbuhan komoditas peternakan dalam satu kawasan sebagai media pembangunan peternakan dan kesehatan hewan.

Di dalamnya terdapat populasi ternak tertentu yang dimiliki oleh sebagian besar peternak yang bermukim di satu desa atau lebih.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...