Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Telur Ayam Ras dan Beras Dongkrak Inflasi

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus Endang Tri Wahyuningsih (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus Endang Tri Wahyuningsih (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tingkat inflasi Kabupaten Kudus pada Juni 2016 dipicu berbagai komoditas. Namun, dari sekian banyak komoditas yang menyebabkan inflasi adalah telur ayam dan beras, yang menduduki peringkat pertama.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus Endang Tri Wahyuningsih. Menurutnya, komoditias yang memberikan sumbangan inflasi tertinggi adalah telur, beras, wortel, lele, dan daging ayam.”Kebutuhan masyarakat tinggi, makanya harga kebutuhan berangsur angsur naik. Apalagi mendekati datangnya lebaran,” ujarnya.

Bahkan untuk kelompok bahan makanan termasuk beras, inflasi mencapai 0,30 persen. Sedangkan untuk kelompok lain seperti sandang, meningkat drastis menjadi 0,81 persen.”Banyak yang berburu pakaian baru, makanya inflasi dapat terjadi. Khususnya juga kelompok sandan, yakni pakaian yang ikut naik,” ungkapnya.

Untuk sandang, katanya, tingkat pembelian pakaian mulai Mei meningkat hingga Juni. Hal itu bisa dimungkinkan menjelang datangnya lebaran.Kondisi tersebut sudah terulang tiap tahun. Pada saat seperti ini pembeli pakaian meningkat drastis tiap tahun. Tidak hanya di swalayan, namun pasar tradisional juga demikian.

Perkembangan harga berbagai komoditas selama Juni 2016, kata dia, secara umum memang mengalami kenaikan seperti harga beras, telur ayam ras, gula pasir, cumi-cumi dan sebagainya.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...