MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Disperkim Pati Usulkan Ratusan Rumah Tak Layak Huni Dapat DAK

0 294

MuriaNewsCom, Pati – Dinas Permukiman dan Perumahan Rakyat (Disperkim) Kabupaten Pati mengusulkan kepada pemerintah pusat terkait bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk rumah tak layak huni. Ini lantaran, di Pati sendiri, setidaknya ada 162 unit rumah yang kondisinya masih memprihatinkan.

Kepala Bidang Kawasan Pemukiman pada Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Pati Febes Mulyono mengungkapkan, usulan rehab rumah tidak layak huni tersebut untuk peningkatan kualitas rumah. Total dibutuhkan anggaran senilai Rp 2,8 miliar.

Rinciannya, masing-masing rumah tidak layak huni akan mendapat dana stimulan sebanyak Rp 17,5 juta. Disebut dana stimulan, karena bantuan yang digelontorkan pemerintah pusat memang bersifat merangsang pemilik rumah.

”Anggarannya meningkat. Tahun sebelumnya hanya Rp 15 juta per rumah. Sekarang bertambah menjadi Rp 17,5 juta. Ada tambahan Rp2,5 juta itu untuk alokasi tukangnya. Selebihnya untuk dibelanjakan material bahan bangunan untuk memperbaiki rumah tidak layak huni tersebut,” paparnya, Kamis (10/1/2019)

Untuk alokasi rehab rumah tidak layak huni dari dana pusat, lanjut Febes, memang diperuntukkan bagi rumah yang menempati zona kawasan kumuh. Jadi, diharapkan dengan hal itu bisa mengurangi kawasan kumuh yang ada.

Dari 162 unit rumah, paling banyak penerimanya adalah di Kecamatan Juwana. Hanya tiga kecamatan yang menerima, yakni Juwana, Tayu, dan Margoyoso.

Juwana menjadi yang terbanyak dengan 67 unit rumah yang diusulkan. Sedangkan Margoyoso sebanyak 66 unit dan Tayu dengan 29 unit. Rumah-rumah tidak layak huni yang diusulkan ini sendiri masuk dalam kategori dengan kerusakan berat.

“Sementara ini baru isian usulan rencana kegiatan DAK bidang perumahan dan pemukiman. Kami masih menunggu Daftar Pengisian Anggaran (DPA) yang turun, nanti yang disetujui berapa,” pungkas Febes.

Editor : Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.