MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bus Trans Semarang Kini Tak Lagi Gunakan Solar, Diubah Pakai Gas

0 263

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan konversi bahan bakr unit bus rapid transit (BRT) Trans Semarang. Bus yang semula menggunakan BBM jenis solar, kini dikonversi sehingga menggunakan bahan bakar gas (BBG) jenis CNG.

Untuk melakukan konversi ini, Pemkot Semarang bekerja sama dengan Pemkot Toyama, Jepang. Ada 72 armada BRT Semarang yang dikonversi menggunakan BBG dalam kerja sama ini.

Launching program converter gas untuk BRT Trans Semarang ini digelar di Hotel Patrajasa Semarang, Rabu (9/1/2019). Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo hadir dalam launching tersebut.

Selain itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementrian ESDM Alimuddin Baso, Wali Kota Toyama Jepang Mr Masashi Mori, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi serta Presiden of Hokusan Co Ltd Yamaguchi Masahiro juga hadir.

Ganjar Pranowo memuji langkah Pemkot Semarang yang mulai melirik bahan bakar gas untuk angkutan umum tersebut. Termasuk langkah pemkot yang menggandeng Jepang.

“Kerjasama dengan berbagai pihak harus lebih menukik dan hasil kerjanya konkret. Seperti Kota Semarang ini,” kata Ganjar.

Ganjar juga melihat cara berpikir masyarakat yang harus dievaluasi. Karena masih melihat secara subyektif pada pemakaian kendaraan pribadi.

“Sekarang tidak macet karena ada tol. Tapi, menjadi macet karena banyak yang acaranya mencoba tol. Saya kemarin menikmati perjalanan Surabaya-Semarang hanya tiga jam lebih lima menit,” ujarnya.

Transportasi yang baik itu, menurut Ganjar, harus didukung alat yang memadai. Termasuk masalah konversi. “Kurangi minyaknya, tetapi gasnya ‘dipolke’ untuk menghasilkan emisi yang ramah,” tandasnya.

Pemakaian energi tenaga listrik untuk transportasi di Kota Semarang pun, menurutnya perlu dicoba. Seperti yang dilakukan di Jepang. SPBU telah berganti menjadi tempat charger.

“Semoga, ke depan, di Semarang bisa menaikkan bus dari gas, menjadi listrik. Di Jepang sudah ada bus tenaga listrik dan hidrogen,” harapnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.