MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dibantu Pemerintah, Bocah 15 Tahun Penjual Kue Gandos di Kudus Kembali Sekolah

0 475

MuriaNewsCom, Kudus – Slamet Daryanto (15) bocah putus sekolah yang berjualan kue gandos akhirnya bisa mengenyam pendidikan kembali. Kepastian itu didapatkan setelah pemerintah Kabupaten Kudus menjamin sekolah gratis SMP hingga SMK.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus Joko Susilo membenarkan hal tersebut. Menurutnya, setelah mendapatkan kabar adanya bocah usia 15 tahun yang putus sekolah, Dinas Pendidikan langsung bertindak cepat.

“Tadi pagi kami telah mendatangi kontrakan Daryanto di Desa Pasuruan Lor RT 1 RW 4 Kecamatan Jati,” katanya, Rabu (9/1/2019).

Ia mengatakan, dari hasil pertemuan itu Daryanto mendapatkan jaminan sekolah hingga jenjang SMK. Semua biaya untuk pendidikan pun menjadi tanggungan pemerintah daerah.

“Kami dari pemerintah siap memfasilitasi Daryanto. Dia ingin kembali sekolah. Untuk itu, kami juga telah memfasilitasi Daryanto hingga ke bangku SMK,” ungkapnya.

Hal senada juga diungapkan oleh Sekretaris Disdikpora Kabupaten Kudus Kasmudi. Menurutnya Daryanto berkeinginan untuk kembali sekolah. Dari pemerintah pun telah memfasilitasi bocah yang berjualan kue gandos itu.

“Pendidikan kami jamin hari ini, bahkan akan jamin sampai SMK. Biaya sekolah gratis. Nantinya akan kami pantau. Saya pantau, dari ke hari,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, Slamet Daryanto tidak bisa mengenyam pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Bocah 15 tahun itu hanya menamatkan pendidikan di tingkat sekolah dasar (SD). Kini ia harus membantu orang tuanya mencari nafkah dengan berjualan kue gandos.

Daryanto, begitu ia biasanya disapa adalah anak pertama Andri Dwi Astuti warga Desa Pasuruan Lor RT 1 RW 4 Kecamatan Jati. Semenjak ayahnya meninggal dunia 2016 lalu, Daryanto sekarang tinggal dengan Ibunya dan Neneknya yang berusia 70 tahun di sebuah kontrakan di Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati.

Lantaran permasalahan ekonomi membuatnya tidak bisa melanjutkan sekolah. Ia putus sekolah saat masih duduk di kelas VII SMP.

Meskipun tak sekolah, namun juga Daryanto tak mau pula di rumah saja. Ia lalu berinisiatif berjualan kue gandos. Ia mangkal di jalan Niti Simito No 645 Purwosari Kudus turut Desa Purwosari Kecamatan Jati. Dua bulan terakhir setiap hari ia mangkal di jalan tersebut. Ia berjualan kue gandos mulai dari pukul 16.00 WIB sampai selepas magrib.

Setiap hari, Daryanto mendapat penghasilan yang tak pasti. Penghasilan yang ia dapat antara Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu. Tergantung sepi atau ramainya pembeli. Uang hasil berjualannya itu digunakan ia untuk memenuhi kebutuhan ekonomi ibunya yang hanya seorang buruh warung makan.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.