MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Begini Respon Bupati Kudus Ada Bocah 15 Tahun Putus Sekolah Jualan Kue Gandos

0 1.660

MuriaNewsCom, Kudus – Slamet Daryanto (15), anak putus sekolah di Kabupaten Kudus terpaksa harus berjualan kue gandos. Kondisi ekonomi keluarganya yang kurang mampu membuat Daryanto menunda melanjutkan ke sekolah jenjang menengah pertama (SMP).

Hal itu mendapat respon dari orang nomor satu di Kota Kretek HM Tamzil. Menurut Bupati Kudus, adanya anak putus sekolah itu adalah ketikdaktahuan pemerintah. Karenanya, ia berencana akan segera menindaklanjuti adanya anak yang putus sekolah tersebut.

“Itu saya kira ketidaktahuan saja. Kepala Desa (Kades) setempat sudah kami minta untuk menindaklanjuti.  Kami tidak ingin ada hal seperti itu lagi,” jelas Tamzil saat ditemui di pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (8/1/2019).

Ia mengatakan, di Kudus SD SMP gratis. Alias tidak dipungut biaya. Untuk itu ia meminta dinas terkait agar segera menindaklanjuti permasalahan anak putus sekolah tersebut.

“Kami akan jemput bola. Disdikpora jangan hanya bangun GOR ataupun Sport Center saja. Tapi hal semacam ini harus menjadi perhatian,” pintanya.

Sebelumnya diketahui, Slamet Daryanto tidak bisa mengenyam pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Bocah 15 tahun itu hanya menamatkan pendidikan di tingkat sekolah dasar (SD). Kini ia harus membantu orang tuanya mencari nafkah dengan berjualan kue gandos.

Daryanto, begitu ia biasanya disapa adalah anak pertama pasangan Riyan dan Andri Dwi Astuti warga Desa Pasuruan Lor RT 1 RW 4 Kecamatan Jati. Semenjak ayahnya meninggal dunia 2016 lalu, Daryanto sekarang tinggal dengan Ibunya dan Neneknya yang berusia 70 tahun disebuah kontrakan di Desa Pasuruan Lor Kecamatan Jati.

Lantaran permasalahan ekonomi membuatnya tidak bisa melanjutkan sekolah. Ia putus sekolah saat masih duduk di kelas VII SMP.

Baca : Putus Sekolah, Bocah 15 Tahun di Kudus Ini Jualan Kue Gandos

Meskipun tak sekolah, namun juga Daryanto tak mau pula di rumah saja. Ia lalu berinisiatif berjualan kue gandos. Ia mangkal di jalan Niti Simito No 645 Purwosari Kudus turut Desa Purwosari Kecamatan Jati. Dua bulan terakhir setiap hari ia mengakal di jalan tersebut. Ia berjualan kue gandos mulai dari pukul 16.00 WIB sampai selepas magrib.

Setiap hari, Daryanto mendapat penghasilan yang tak pasti. Penghasilan yang ia dapat antara Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu. Tergantung sepi atau ramainya pembeli. Uang hasil berjualannya itu digunakan ia untuk memenuhi kebutuhan ekonomi ibunya yang hanya seorang buruh warung makan.

Editor : Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.