MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Puluhan Buruh PR Kembang Suryo Tuntut Kenaikan Upah

0 244

MuriaNewsCom, Kudus – Puluhan buruh perusahaan rokok (PR) Kembang Surya yang terletak di Desa Ploso RT 4 RW 2 Kecamatan Jati menuntut kenaikan upah kerja, Selasa (8/1/2018). Bahkan mereka sempat mogok kerja supaya tuntutan tersebut dipenuhi.

Salah satu buruh Jumiah mengaku sudah bekerja di PR Kembang Surya selama lima tahun. Akan tetapi upah yang diterima lebih rendah dari perusahaan lain. Padahal, pemerintah sudah memberikan batasan upah minimum yang selalu berubah setiap tahun.

“Upah perusahaan yang lain itu Rp 2 juta. Sini sejak kemarin kok masih Rp 1,7 juta terus. Kalau bisa ya sama seperti perusahaan lainnya,” ungkapnya, Selasa (8/1/2019).

Senada juga diungkapkan oleh Mukhoyaroh salah satu buruh PR Kembang Surya. Menurutnya seharusnya pihak perusahaan menaikan upah buruh. Apalagi telah bekerja bertahun-tahun di perusahaan tersebut.

“Pinginnya mogok. Kami minta seharusnya upahnya naik lah. THRnya saja hanya sekedar tali asih. Serta jumlahnya berbeda-beda,” terangnya.

Menanggapi tuntutan tersebut,Widya Kepala Adminitrasi PR Kembang Surya mengaku sudah memiliki rencana untuk menaikkan upah yang akan diterima mulai bulan besok. Hanya saja, pihak perusahaan hanya mampu menaikan menjadi Rp 1,9 juta.

“Kemarin Rp 1,7 juta. Kemudian mulai besok kami naikan menjadi Rp 1,9 juta,” ucapnya kepada awak media.

Ia mengatakan, apabila para buruh tidak setuju dengan jumlah kenaikan tersebut, ia pun mempersilahkan mereka untuk mencari perusahaan lain. Ini mengingat kemampuan perusahan hanya sebesar itu.

“Kalau mau di sini Rp 1,9 juta. Kalau tidak silahlan ke tempat yang lain,” kata Widya.

Ia menyebutkan, saat ini perusahan rokok yang mulai berproduksi mulai tahun 2015 lalu itu ada sebanyak 30 buruh pekerja. Hanya saja, setiap hari tidak semua berangkat. Kadang ada 10 buruh kadang ada 20 buruh yang bekerja.

“Ada 30 karyawan. Mereka kadanga masuk kadang ndak. Kadang 10 buruh kadang 20. Cuma total 30 karyawan,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo mengatakan sebagian besar para buruh PR Kembang Suryo menuntut upah mereka. Upah yang semula RP 1,7 juta agar dinaikan.

“Mayoritas karyawan sudah bekerja 5 tahun. Mereka menuntut menambah upah gaji sama tunjangan Rp 120 ribu,” ungkapnya.

Terkait perizinan, Bambang menyebutkan perizinan operasi pabrik sudah ada sejak 2006. Namun baru beroperasi sejak tahun 2015 lalu.

“Kami bersama dengan personel juga berkesempatan mengecek ke dalam perusahan. Tidak ada temuan apa apa. Artinya tidak bermasalah. Izinnya juga sudah ada,” tambanya.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.