MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pelaku Perusakan Makam di Magelang Ternyata Punya Kelainan Jiwa

0 281

MuriaNewsCom, Magelang – Polisi telah berhasil menangkap pelaku perusakan makam di wilayah Kota Magelang. Pelaku diketahui berinisial FK (25), warga Kampung Karangkidul, Rejowinangun Selatan, Kota Magelang.

Ia telah melakukan perusakan terhadap 23 makam yang tersebar di empat TPU di Kota Sejuta Bunga tersebut.

Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengatakan, pelaku diamankan warga saat melakukan pengrusakan makam di tempat pemakaman umum (TPU) Candi Nambangan, Kota Magelang Jumat (4/1/2019) malam. Ia diamankan oleh warga yang curiga melihatnya membawa palu di makam.

Dan dari hasil pemeriksaan sementara, ternyata pelaku mempunyai gangguan kejiwaan.

“Pelaku mengalami gangguan kejiwaan, maka dari itu kami akan terus mendalami motif pelaku merusak beberapa makam di Kota Magelang,” katanya.

Polisi akan memastikan kondisi kejiwaan pelaku. Jika dinyatakan sehat, pemuda itu tetap akan dijadikan tersangka dan dijerat dengan pasal 406 KUHP dan 179 KUHP dengan  ancaman hukuman paling lama dua tahun delapan bulan dan satu tahun empat bulan.

Saat diinterogasi polisi, pemuda itu mengakui telah melakukan pengrusakan nisan makam di empat TPU di wilayah Kota Magelang, yakni TPU Giriloyo, TPU Piringan, TPU Malangan dan TPI Candi Nambangan.

“Motif pelaku melakukan pengrusakan sampai saat ini masih kami lakukan pendalaman,” ujarnya.

Baca juga : 

Selain itu menurut dia, pemuda itu kini telah dikirim ke RSJ dr. Soerojo Magelang untuk menjalani observasi kejiwaan.

Kasatreskrim Polres Magelang Kota, AKP Rinto Sutopo mengatakan, tersangka akan menjalani observasi selama dua pekan, untuk memastikan kondisi kejiwaanya.

”Kami bawa ke RSJ untuk mengetahui kondisi kejiwaannya. Dengan mengetahui kondisi kejiwaan itu bisa mempertanggungjawabkan secara hukum atau tidak,” kata Rinto.

Ia menyampaikan dalam pemeriksaan pelaku susah untuk diajak komunikasi. Selama dua minggu di RSJ, tersangka mendapat pengawalan dari kepolisian.

“Nanti diperiksa oleh tim dokter RSJ, mengenai bagaimana pemeriksaanya, semua kewenangan tim dokter. Yang pasti, begitu hasil keluar, sebagai bahan pemeriksaan pelaku,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.