MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Grobogan dan Blora Disiapkan Jadi Pilot Project Digitalisasi Desa

0 587

MuriaNewsCom, Semarang – Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI menyiapkan dua daerah di Jawa Tengah sebagai pilot project desa digital pada 2019 ini. Dua daerah itu yakni Kabupaten Grobogan dan Blora.

Tenaga Ahli Pengaduan dan Penanganan Masalah Kemendes Wilayah Jateng Denny Septiviant mengatakan, pihaknya saat ini sedang memulai gerakan kampanye pentingnya desa melek digital.

Ia yakin setelah infrastruktur selesai digalakkan, digital akan jadi jembatan pembangunan ekonomi.

“Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dana desa harus diperkuat tentunya,” ujarnya.

Menurut Denny, sat ini dua isu besar dari dana desa yakni , infrastruktur lebih banyak ketimbang pemberdayaan masyarakat begitu pula di Jateng.

“Nah, tadi pesan beliau (Menteri Desa) 2019 itu kita lebih mendorong peningkatan sumberdaya desa kemudian pembangunan Bumdes, dan administrasi termasuk digitalisasi,” katanya.

Pesan Menteri Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo itu disampaikan dalam sebuah video singkat yang diunggah di akun media sosial instagram Denny, yakni @Denny_Septiviant.

Dikatakan Denny, tahun ini sedang mempersiapkan Kabupaten Grobogan dan Blora sebagai pilot projek digitalisasi desa. Bagaimana manfaatnya secara ekonomi khususnya.

“Kami buat pelatihan gratis ke desa-desa dapat daftar langsung lewat laman www.desamudigital.com. Misal kita ajari bagaimana jualan barang lewat website. Branding digital memaksimalkan akun media sosial dan melihat produk lokal desa masing-masing,” pungkasnya.

Dalam video yang diposting Denny itu, Menteri Desa menyebut dana desa yang dulunya dianggap sulit, tidak mungkin berhasil. Saat ini mampu dibuktikan.

“Teman-teman pendamping desa mampu membuktikannya,” sebutnya dalam video berdurasi 1 menit 23 detik itu.

Menurut Eko, salah satu manfaat dana desa yang bisa langsung dirasakan masyarakat adalah pembangunan infrastruktur secara massif di desa-desa.

Ia mengklaim sebanyak 23 negara kini tengah belajar ke Indonesia untuk pola pelaksanaan dana desa. Keberhasilan pemanfaatan dana desa berdasar survei internal pemerintah katanya, yang mencapai 85 persen menarik minat negara luar melihat langsung penerapannya di Indonesia.

“Bahkan bank dunia mencontoh Indonesia untuk role model pembiayaan bagi negara-negara berkembang,”sebutnya.

Kepada pemerintah daerah, kepala desa dan para pendamping desa dirinya meminta tahun 2019 anggaran dana desa lebih banyak digunakan untuk pembangunan masyarakat.

“Seperti pembangunan SDM, ekonomi lokal desa dan berbagai pelatihan. Termasuk agar warga desa melek teknologi digital,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.