MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

KEREN! Tiap Napi Muslim di Rutan Purworejo Wajib Hafal Juz’ Amma

0 352

MuriaNewsCom, Purworejo – Program yang dilaksanakan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Purworejo untuk setiap warga binaanya ini bisa diacungi jempol. Terlebih, program kerohaniaan yang digelar dinilai cukup mampu menyadarkan para warga binaan agar tak mengulangi perbuatan jahatnya lagi.

Ini bisa dilihat dari jumlah residivis yang kembali ke rutan ini mengalami penurunan. Jumlah mantan napi yang bekerja setelah ke luar dari rutan juga meningkat.

Salah satu program kerohaniaan untuk meningkatkan spiritual warga binaan yakni kewajiban untuk menghafal surat-surat dalam Juz’ Amma.

Kepala Rutan Kelas II B Purworejo, Lukman Agung Widodo mengatakan, setiap warga binaa beragama Islam wajib untuk menghafal surat-surat pendek dalam Juz ‘Amma. Kebijakan ini juga berlaku untuk narapidana yang baru masuk.

”Tahanan baru wajib menghafal 4 surat (Dhuha-Iqro). Setiap pagi warga binaan wajib salat dhuha, sore hafalan Juz ‘Amma,” katanya dikutip dari RmolJateng, Jumat (4/1/2019).

Bahkan menurutnya, ia sering memimpin hafalan surat bersama para tahanan tersebut. Dan hasilnya menurut dia, saat ini sudah banyak tahanan yang sudah hafal seluruh surat di Juz’Amma.

Untuk program peningkatan spiritual warga binaan ini, Rutan Purworejo bekerja sama dengan Kemenag dan Sekolah Tinggi Agama Islam NU (STAINU) Purworejo, LSM dan tokoh agama.

Tak hanya untuk tahanan beragama Islam saja. Tahanan beragama Nasrani, juga wajib menghafal doa-doa harian. Ada petugas khusus yang memandu para tahanan ini.

Selain mengikuti kegiatan-kegiatan rohani, di dalam rutan para tahanan juga diharuskan bekerja. Ada bengkel khusus yang disiapkan untuk memproduksi berbagai macam kerajinan.

Mulai dari miniatur Bedhuk Purworejo, keranjang sampah, tempat lampu tempel, alat pancing bahkan memproduksi kasur spring bed yang cukup laris. Pemasaran dilakukan secara online dan mengikuti ekspo yang sering diadakan di Kabupaten Purworejo.

Diakuinya, kesadaran hukum warga Kabupaten Purworejo, sudah cukup baik. Sehingga angka kriminalitas dan penghuni rutan cenderung menurun.

Ini terlihat dari jumlah tahanan di Rutan Purworejo yang menurun sejak beberapa tahun lalu. Pada tahun 2016 ada sebanyak 128 orang tahanan, lalu menurun pada 2017 menjadi 108, dan di tahun 2018 hanya 105 orang tahanan saja.

”Kendati demikian, Rutan Purworejo  juga menyokong rutan kabupaten lain yang over kapasitas. Seperti dari Rutan Kebumen dan Jakarta sebanyak 14 napi,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.