MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ganjar Minta Perusakan Makam di Magelang Tak Dikaitkan Isu SARA

0 458

MuriaNewsCom, Semarang – Aksi perusakan makam di TPU Giriloyo, Kota Magelang oleh orang tak dikenal membuat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo prihatin. Meski demikian, Ganjar meminta kasus tersebut tak dikaitkan dengan isu SARA.

Ganjar meminta masyarakat tenang tak terpengaruh dan menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada kepolisian.

Bahkan jika ada kejadian baru, masyarakat diminta untuk segera melapor polisi. “Laporkan polisi saja, biar dicek bener enggak, begitu bener segera proses,” kata Ganjar, Jumat (4/1/2019).

Ganjar bahkan enggan mengomentari soal kemungkinan adanya potensi kerusuhan akibat isu SARA yang mengikuti kejadian tersebut. “Tidak usah dikembangkan (ke arah sana),” katanya.

Sebelumnya Kamis (3/1/2019) di hadapan ribuan kyai yang menghadiri Haul ke-31 KH Abdul Malik di Ngawinan, Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Ganjar juga menekankan bahaya hoax dan fitnah yang kini marak.

Fitnah yang banyak menyebar lewat media sosial ini, menurutnya, telah membahayakan kerukunan masyarakat, terutama dalam hal toleransi beragama.

Untuk itu Ganjar meminta peran pemimpin, baik tokoh masyarakat maupun ulama, untuk membimbing warganya. Paling utama adalah berfikir yang positif dalam menyikapi segala isu yang berkembang, termasuk SARA.  “Para pemimpin harus mengajak berfikir positif dan optimis,

Dengan seperti itu, optimisme berbangsa akan terus tumbuh dilubuk masyarakat. Kita yakin, semoga negara kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini tetap ada sampai hari kiamat,” terangnya.

Baca : 11 Nisan Salib di TPU Giriloyo Magelang Dirusak Orang Misterius

Sebelumnya diberitakan, sebelas nisan berbentuk salib di TPU Giriloyo, Kota Magelang dirusak. Nisan salib dari kayu dicabut dan dibelah, sementara nisan dari beton dihancurkan hingga berkeping-keping.

Kasus itu kini tengah ditangani serius oleh apararat kepolisian, baik oleh Polsek Magelang Selatan dan Polres Magelang Kota.

Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menduga perusakan makam di Magelang merupakan aksi vandalisme. Dia pun meminta semua pihak bersabar karena polisi tengah memburu pelaku vandalisme yang merusak belasan makam tersebut.

“Dugaan sementara adalah pelaku vandalisme. Mohon waktu keterangan lengkap akan kami sampaikan,” kata Condro kepada wartawan.

Pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk serius dan tak meremehkan kasus ini. Saat ini penyelidikan tengah berjalan, polisi juga sudah memanggil beberapa pihak untuk diminta keterangannya.

“Yang dirusak tidak hanya makam Nasrani. Saat ini pihak penyidik masih memanggil beberapa pihak terkait untuk dimintakan keterangannya,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.