MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Rupiah Keluaran Tahun Ini Bakal Tidak Berlaku, Segera Tukarkan

0 6.822

MuriaNewsCom, Tegal – Bank Indonesia (BI) menyatakan akan segera menarik uang rupiah edisi lama dan menyatakan tidak berlaku mulai 2019. Pecahan rupiah yang dinyatakan segera tidak berlaku yakni empat jenis uang kertas keluaran atau emisi tahun 1998-1999.

Menjelang Tahun Baru 2019, BI memberikan pelayanan penukaran uang emisi 1998-1999. Salah satunya Kantor Perwakilan BI Tegal yang membuka pelayanan mulai 29-30 Desember 2018.

Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal, Joni Marsius menyebut, akan akan menarik empat jenis uang kertas tahun emisi 1998-1999 hingga 30 Desember 2018.

“Karena setelah tanggal itu maka uang tersebut tidak lagi berlaku lagi dan ditukarkan dengan uang emisi baru,” katanya dilansir Antara, Senin (24/12/2018).

Ia menyatakan, empat jenis uang kertas tersebut yaitu uang pecahan Rp 10.000 bergambar muka Pahlawan Cuk Nyak Dien tahun emisi 1998, Rp20.000 tahun emisi 1998 bergambar muka Ki Hajar Dewantara.

Kemudian uang pecahan Rp 50.000 tahun emisi 1999 bergambar muka WR Supratman dan uang pecahan Rp100.000 tahun emisi 1999 yang bergambar pahlawan Proklamator Soekarno- Hatta dan berbahan polymer.

Ia mengimbau agar masyarakat segera menukarkan jika masih menyimpan empat jenis uang tersebut.

Selain itu, menjelang Natal dan Tahun Baru warga juga diimbau untuk berhati-hati dengan peredaran uang palsu.

Berdasarkan catatanya, selama Januari-November 2018 Kantor Perwakilan BI Tegal telah mengamankan sebanyak 4.072 lembar uang palsu.

Ribuan uang palsu yang ditemukan itu sebagian besar dengan pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Meski demikian menurut dia, penemuan uang palsu tahun ini cenderung turun disbanding tahun 2017 yang sebanyak 4.332 lembar.

Adapun penemuan uang palsu pada 2018 didominasi pecahan uang Rp 100.000 tahun emisi 2014 sebanyak 1.000 lembar. Uang pecahan Rp 50.000 tahun emisi 2005 sebanyak 550 lembar.

“Sementara tahun emisi 2004 sebnyak 193 lembar dan tahun emisi 1999 hanya empat lembar,” katanya.

Ia mengatakan, untuk menekan peredaran uang palsu, BI melakukan kerja sama dengan aparat penegak hukum.

“Kemudian, kami berharap kepada masyarakat agar mengecek terlebih dahulu uang yang diterima dengan melakukan langkah 3D yaitu `dilihat, diterawang dan diraba,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.