MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ngonthel, Cara Ganjar Perkuat Toleransi di Jateng

0 235

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ternyata punya gaya sendiri untuk menjaga kerukunan dan toleransi antarumat di provinsi ini. Minggu (22/12/2018) pagi tadi, Ganjar mengumpulkan tokoh dari sejumlah agama dengan cara unik.

Satu persatu tiap tokoh agama dijemput Ganjar sambil ngonthel sepeda tua. Ini dilakukan dalam acara Ontel Kebangsan yang diinisiasi Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti).

Start dari halaman kantor gubernuran di Jalan Pahlawan, Semarang, Ganjar bersama sekitar 10 ribu anggota Kosti dari seluruh Indonesia dan warga Jateng menjemput satu persatu pemuka agama di Kota Semarang.

Pemberhentian pertama yakni di MAJT, Ganjar menjemput KH Nur Achmad, Ketua Dewan Pelaksana Pengelola MAJT.

Rombongan pun berlanjut menuju Gereja Blenduk. Di tempat ini, Ganjar menjemput perwakilan tokoh Kristen, di Sampookong menjemput perwakilan tokoh Budha dan Kong Hu Chu.

Begitu juga ketika di Katedral Semarang, Ganjar menjemput Romo Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung Keuskupan Semarang sebagai perwakilan dari Katolik. Rombongan kemudian kembali lagi ke kantor gubernuran.

“Mereka bercerita semangat kebangsaan ini diwujudkan melalui aktivitas ngontel bersama. Yang luar biasa bukan ngontelnya, berkumpulnya masyarakat seluruh Indonesia dengan tema kebangsaan,” kata Ganjar.

Ganjar menyebut, masyarakat Jateng, tidak hanya bicara soal konsep, tapi mengimplementasikan kerukunan. Sehingga persaudaraannya terjadi antara mereka yang hobi ngontel, berkumpul dan bisa bergandengan tangan dengan berbagai ummat yang ada di Jawa Tengah.

“Betapa bahagia dan bangga, campur aduk rasanya. Kita olahraga, raganya sehat dan nilai kebangsaan tadi membuat jiwa kita sehat. Maka dua itu yang membuat bangsa kita kuat. Kita merawat kebhineka tunggal ika-an dengan sangat baik, menghormati agama apapun dan sangat rukun. Tadi sumringah semua. Plus sepeda ontelnya berkumpul, ternyata sepedanya tua dan mahal betul,” ujarnya.

Ganjar menyebut, aktivitas ngontel sebenarnya sudah ia lakoni sejak SMP, dan berlanjut hingga SMA bahkan kuliah di UGM.

“Sudah terbiasa ngontel, SMP ngontel, SMA, pas kuliah malah ngontel. Sama-sama tidak enaknya, cuma fasilitas sepedanya ini lebih bagus. Tapi seneng tidak capek karena banyak temannya,” kata Ganjar.

Sementara Romo Robertus Rubiyatmoko mengatakan paseduluran (persaudaraan) saat ngontel bareng ini sangat kental. Bahkan dirinya bersama pemuka lintas agama dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertekad menjadikan acara ini sebagai agenda tahunan.

“Senang karena paseduluran yang raket banget. Kami sangat semangat ingin membuat acara seperti ini setiap tahun. Santai tapi akrab kekeluargaan. Indonesia banget,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.