MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bonus Atlet Grobogan Peraih Medali Peparprov Jateng 2018 Cair, Ini Nilainya

0 404

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah menunggu sebulan, bonus yang dijanjikan bagi atlet difabel Grobogan yang mendulang medali dalam kancah Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jateng ke-III di Surakarta, akhirnya diserahkan, Selasa (18/12/2018).

Penyerahan bonus secara simbolis dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni bersamaan dengan penyaluran bantuan alat bantu pada penyandang disabilitas di gedung Riptaloka.

Bonus yang diberikan untuk peraih medali emas nilainya sebesar Rp 25 juta. Kemudian, Rp 15 juta buat peraih perak dan Rp 10 juta bagi peraih perunggu.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni merasa bangga dengan prestasi atlet yang berkiprah dalam ajang Peparprov Jateng tahun 2018. Meski tidak melakukan persiapan maksimal, namun kontingen Grobogan berhasil meraih total 27 medali dan menempati peringkat kesembilan.

“Ini adalah prestasi hebat. Bisa meraih peringkat sembilan besar saya rasa cukup mengagetkan sekaligus membanggakan,” katanya.

Sementara itu, Ketua National Paralympic Committee (NPC) Grobogan Sunar mengatakan, pihaknya merasa sangat senang dengan adanya dukungan dan perhatian yang luar biasa dari Pemkab Grobogan terhadap atlet-atlet difabel. Selama ini, Pemkab dinilai sudah melakukan banyak hal untuk mengangkat potensi penyandang disabilitas, khususnya dalam bidang olahraga.

“Kami berterima kasih sekali atas perhatian yang diberikan selama ini. Semoga kedepan, kami bisa memberikan prestasi yang lebih baik lagi,” katanya.

Sunar menegaskan, dalam ajang Peparprov yang berlangsung 13-16 November tersebut, kontingen Grobogan yang berkekuatan 25 atlet dan 5 ofisial itu berhasil mendulang 27 medali. Terdiri 6 emas, 11 perak, dan 10 perunggu.

Ditambahkan, menghadapi even Peparprov tersebut, para atlet memang tidak bisa maksimal melakukan persiapan. Salah satu kendalanya adalah masih kurangnya sarana dan prasarana latihan olahraga khusus bagi atlet difabel.

“Kami berharap, agar kedepan bisa memiliki sarana dan prasarana latihan yang lebih lengkap. Soalnya, fasilitas ini memang cukup penting dalam menunjang prestasi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.