MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Cari Pasir di Pinggir Sungai Bengawan Solo, Warga Medalem Blora Temukan Fosil Gajah Purba

0 31.862

MuriaNewsCom, Blora – Sebuah potongan fosil gajah purba ditemukan secara tidak sengaja oleh Khoirul, warga Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Blora. Fosil yang ditemukan ini merupakan bagian betis gajah purba yang panjangnya sekitar 50 centimeter.

Fosil purbakala itu ditemukan secara tidak sengaja di aliran sungai Bengawan Solo, beberapa hari lalu. Saat itu, Khoirul sedang menggali pasir di pinggiran sungai.

Saat melakukan penggalian sedalam satu meter, cangkul yang digunakan mengenai benda keras. Ternyata, benda keras itu merupakan potongan tulang hewan purba. Beberapa hari kemudian, Khoirul melaporkan perihal penemuan benda purbakala tersebut ke Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Blora. Menindaklanjuti laporan tersebut, Disporabudpar selanjuynya menerjunkan tim yang dipimpin Kepala Seksi Sejarah dan Purbakala Setyo Pujiono ke Desa Medalem.

“Kami mengapresiasi pelaporan temuan fosil yang dilakukan Khoirul tersebut. Kesadaran masyarakat seperti inilah yang patut dicontoh,” cetus Setyo Pujiono, Senin (17/12/2018).

Dia menjelaskan, sesuai Undang- Undang No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, setiap temuan benda yang patut diduga cagar budaya harus dilaporkan dalam waktu paling lambat 30 hari sejak ditemukan. Menurutnya, pihaknya mempunyai kewajiban menindaklanjuti laporan tersebut. Sebab, bila si penemu berniat menyerahkan ke pemerintah maka dinas terkait wajib merawat dan menjaga agar tidak lenyap.

”Dan jika si penemu bisa menyimpan temuannya dan merawatnya, tentunya kami juga siap memberikan arahan teknis perawatannya. Untuk tulang betis gajah purba tersebut penemunya memilih merawatnya sendiri. Kami juga sudah melaporkan temuan itu ke Balai Arkeologi (Balar) dan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMPS),” jelasnya.

Setyo menjelaskan, penemuan fosil di wilayah Medalem sudah terjadi berulang kali.

Sebelumnya, sudah ditemukan fosil Bofidae (hewan pemamah biak) seperti sapi dan kerbau, kura-kura, Panthera tigris (macan), dan Buffalo (banteng). Selain itu ditemukan pula fosil sepasang gading gajah (2016) dan fosil rahang atas gajah purba (2017).

Bahkan di tahun 2009 di Dusun Sunggun ditemukakan fosil gajah purba lengkap. Temuan Tim Vertebrata Museum Geologi Bandung tersebut merupakan penemuan fosil gajah purba terlengkap selama 100 tahun terakhir dan fosilnya pun relatif utuh.

Setelah dilakukan penggalian (ekskavasi), fosil itu dibawa ke Museum Geologi Bandung. Di tempat itulah selanjutnya dilakukan penyatuan (rekonstruksi) fosil-fosil yang sebelumnya terpisah satu dengan lainnya.

Museum Geologi Bandung meluncurkan fosil gajah purba tersebut pada 19 Mei 2014. Salah satu replika fosil gajah purba itu hingga kini ditempatkan di ruang pamer di sebelah barat gedung Sasana Bakti di kawasan Alun-alun Blora.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran Muhammad Hidayat menyatakan, pihaknya sudah mendapat laporan terkait dengan penemuan fosil tersebut. “Dari Disporabudpar Blora rencananya akan ketemu di Sangiran hari Jumat mendatang. Nanti akan kita bahas langkah-langkah penanganan selanjutnya,” katanya.

Menurut Hidayat, potensi benda purbakala di Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Blora memang cukup banyak. Indikasinya bisa dilihat dari banyaknya fosil hewan purba yang berhasil ditemukan tim ahli dari BPSMP Sangiran saat melangsungkan aktivitas penelitian di desa Medalem pada bulan April lalu.

Tim yang dikirim ke Desa Medalem sebanyak 16 orang. Tim terdiri dari arkeolog, geolog, biolog, ahli geomorfologi dan pemeta. Penelitian dilakukan untuk untuk mengetahui lebih dalam potensi purbakala di sekitar Desa Medalem tersebut.

Dari kegiatan penelitian, ada 235 temuan yang didapat selama pelaksanaan kegiatan. Rinciannya, 36 temuan didapat saat survei dan 199 temuan lagi ada di kotak ekskavasi.

Temuan yang didapat berupa fosil beberapa jenis hewan purba. Antara lain, kerbau, gajah, badak, rusa, banteng, kudanil, kura-kura, labi-labi, buaya rawa, dan hiu.

Editor : Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.