MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Polres Blora Gelar Rekonstruksi Kasus Suami Bunuh Istri di Desa Bedingin

0 641

MuriaNewsCom, Blora – Untuk melengkapi berkas pemeriksaan, satuan Reserse Kriminal Polres Blora menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan di Desa Bedingin, Kecamatan Todanan, yang dilakukan Moh Januri (38) terhadap Sulasmini (37), istrinya sendiri. Pelaksanaan rekonstruksi yang dilangsungkan di rumah tersangka tersebut dipimpin Kasat Reskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo. Hadir pula dalam rekonstruksi itu, pihak Kejaksaan Negeri Blora, pengacara tersangka, orang tua dan keluarga korban serta para saksi.

Dalam rekonstruksi ini, tersangka diminta memperagakan 17 adegan. Berdasarkan pelaksanaan rekonstruksi, terungkap latar belakang terjadinya pembunuhan sadis itu. Penyebabnya, ternyata hanya masalah sepele. Tersangka jadi kalap karena istrinya menolak diajak berhubungan intim.

Peristiwa bermula saat Januri bermaksud menghabiskan malam Minggu dengan mengajak istrinya bercinta. Kebetulan, kondisi rumah sedang sepi karena anak semata wayangnya ada di rumah neneknya.

Namun, Januri harus menelan kekecewaan karena niatnya ditolak mentah-mentah oleh istrinya. Bahkan, Sulasmini mendadak turun dari tempat tidur dan memilih menggelar tikar di bawah.

Kemudian, Januri menyusul ikut turun di samping istrinya dan kembali mengajaknya berhubungan intim. Sekali lagi, istrinya menolak permintaan itu. Hal inilah yang menyebabkan Januri kecewa berat dan akhirnya nekat mencekik istrinya sampai meninggal.

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo mengatakan, pelaksanaan rekonstruksi merupakan bagian dari penyidikan untuk membuat kasus menjadi jelas. Rekonstruksi juga diperlukan untuk melengkapi berkas perkara sekaligus menguji kebenaran keterangan tersangka atau saksi sehingga dengan demikian dapat diketahui kebenarannya.

“Rekonstruksi ini bagian dari penyidikan untuk membuat kasus menjadi jelas. Selama proses rekonstruksi berjalan lancar, tidak ada hambatan,” katanya pada wartawan, Sabtu (15/12/2018).

Baca : Emosi Ditolak Bercinta, Suami di Blora Tega Cekik Istri Hingga Tewas

Seperti diberitakan, korban diketahui meninggal di atas tempat tidur pada Minggu siang (25/11/2018). Pada tubuh korban yang sudah meninggal terdapat bekas guratan merah kecoklatan pada bagian leher.

Tidak lama kemudian, berita meninggalnya korban sudah tersebar dan tetangga sekitar mulai berdatangan untuk bertakziah. Kepada mertua dan tetangga, Januri menyatakan jika istrinya meninggal karena digigit ular. Ibu korban dan masyarakat setempat percaya dengan penyataan ini sehingga pemakaman korban dilaksanakan.

Beberapa hari kemudian, ada beberapa warga yang menyangsikan jika kematian korban disebabkan gigitan ular berbisa. Pihak kepolisian langsung turun tangan dengan memanggil Januri untuk dimintai keterangan. Sebelumnya, polisi juga melakukan pembongkaran makam untuk mengotopsi jasad korban.

Seperti sebelumnya, Januri tetap bersikukuh jika istrinya meninggal akibat dipatuk ular. Namun, setelah polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut, Januri akhirnya mengaku telah membunuh istrinya.

Editor : Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.