MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Polres Wonogiri Janjikan Hadiah Rp 1 Juta Bagi Informan Kasus Narkoba

0 567

MuriaNewsCom, Wonogiri – Upaya kepolisian untuk memberangus jaringan peredaran narkoba di Wonogiri tak main-main. Bahkan polisi juga mengajak pelibatan warga sebagai informan.

Polisi juga menjanjikan hadiah berupa uang bagi siapapun yang menjadi informan. Cukup melaporkan adanya tindak transaksi narkoba atau keberadaan pengedar, maka warga bisa langsung mendapat hadiah uang sebesar Rp 1 juta.

Selain itu, polisi juga memastikan identitas informan akan dirahasiakan. Sehingga warga tidak perlu takut untuk melaporkannya.

Kaur Pembinaan Operasi (KBO) Satresnarkoba Polres Wonogiri, Iptu Sandiya menyebut, imbalan hadiah uang akan diberikan jika informasi yang diberikan terbukti benar.

Imingi-iming hadiah ini juga dikatakannya saat menjadi pembicara dalam sosialisasi pencegahan narkoba di Kantor Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri, Kamis (13/12/2018). Dikutip dari Solopos, Iptu Sandiya menyebut informasi dari masyarakat dibutuhkan sebagai modal awal penyelidikan.

Oleh karenanya, pihaknya meminta warga tak perlu takut dalam membantu kepolisian. Karena selain mendapat hadiah, mereka juga dilindungi. “Identitas dijamin rahasia,” ucap Sandiya.

Ia menyebut, imbalan dari polisi kepada para informan, untuk memotivasi warga agar lebih semangat dan tak takut memberi informasi.

“Kalau menemukan tutup botol terdapat dua lubang yang diberi sedotan di tepi jalan misalnya atau di pekarangan, segera laporkan. Itu bagian dari bong [alat isap sabu-sabu]. Itu tandanya ada indikasi penggunaan sabu-sabu di sekitar lokasi,” ucap dia.

Menurutnya, peredaran narkoba di Wonogiri sudah sangat mengkhawatirkan. Tak hanya menyasar wilayah perkotaan, tapi juga ke pelosok-pelosok.

Bahkan, banyak dari para pengguna maupun pengedar narkoba berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. ”Dalam dua tahun terakhir, pengungkapan kasus narkoba juga terus meningkat,” ujarnya.

Pada 2017 Satresnarkoba mengungkap 19 kasus narkotika dengan 19 tersangka dan satu kasus psikotropika dengan dua tersangka.

Tahun ini kasus narkoba yang terungkap sebanyak delapan kasus narkotika, delapan kasus psikotropika, dan lima kasus obat daftar G. Polisi menangkap 23 tersangka.

Wakil Bupati Boyolali, Edy Santosa, juga menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk aktif menjadi informan. Termasuk melaporkan jika ada orang dengan gelagat mencurigakan.

Dia juga berpesan para orang tua membentengi anak dari narkoba. Langkahnya bisa dengan intensif memantau kegiatan anak, terutama saat mengoperasikan telepon HP.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.