MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Cawetku, Cawetmu, Cawet Kita, Ini Jargon Calon Kades Lho!

0 1.477

MuriaNewsCom, Pemalang – Jika mendengar kata ’cawet’ maka yang terbayang di benak kita adalah pakaian dalam. Lalu bagaimana jika kata cawet itu digunakan untuk slogan calon kades (kepala desa)?. Dan calon kades itu terpilih akibat slogan tersebut.

Tepatnya begini slogannya ”Cawetku, Cawetmu, Cawet Kita”.

Namun jangan berpikiran jorok dulu. Kata Cawet dalam jargon ini bukan merujuk pakaian dalam yang letaknya tersembunyi itu. Melainkan Cawet di sini adalah nama desa di Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang.

Dalam pemilihan Kepala Desa Cawet yang digelar beberapa waktu lalu salah satu calon menggunakan slogan itu. Calon kades itu, bernama Taufik Saleh. Berkat slogan ini, Taufik berhasil menggaet hati rakyat desa itu untuk memilihnya menjadi pemimpin.

Taufik Saleh sudah dilantik sebagai Kades Cawet oleh Bupati Pemalang H Junaedi, bersama 82 kades terpilih dalam pilkades serentak 2018 pada Minggu (2/12/2018). Dan pada Minggu (9/12/2018) kemarin, sudah dilakukan serah terima jabatan dari kades lama H Sipan.

Taufik Saleh mengaku menggunakan slogan itu memang untuk menarik massa. Namun menurut dia, tujuan dari slogan tersebut adalah baik, yakni kebersamaan warga untuk Desa Cawet.

“Tujuannya tak lain adalah untuk lebih meningkatkan persatuan dan kebanggan membangun desa Cawet,” katanya dikutip dari Tribratanews Polda Jateng, Selasa (11/12/2018).

Pilkades di desa ini cukup istimewa lho, karena digelar dengan menggunakan e-Voting. Bahkan pilkades di desa ini yang digelar pada September 2018 lalu menarik perhatian Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Ganjar memberi pujian ketika akun twitter Desa Cawet (@DesakuCawet) mencuitkan hasil pilkades yang berjalan lancar.

“Alhamdulillah kami dapat menjalankan demokrasi dengan indah, seperti yang berjalan dan menjadi tradisi selama ini.  Do’akan pemimpin baru kami dapat membuat desa Cawet menjadi kebanggaan seluruh warganya @ganjarpranowo,” tulis @DesakuCawet.

Twitan itu kemudian dijawab Ganjar Pranowo lewat akun twitternya. Ia pun memberi pujian. ”Nama boleh Cawet tapi masyarakatnya top,” tulis Ganjar.

Kapolsek Watukumpul, Iptu M. Subagio juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada warga Desa Cawet yang telah mampu memilih kepala desanya secara e-Voting dengan aman.

”Maka dari itu mulai saat ini kita hilangkan perbedaan dan kita munculkan persamaan yaitu sama-sama hendak memajukan Desa Cawet,” imbau kapolsek.

Sejarah Desa Cawet

Mengenai nama Desa Cawet ini berdasarkan penelusuran MuriaNewsCom, memang ada kaitan dengan pakaian. Nama Cawet itu diambil dari kata Cawing Tali yang artinya celana bertali.

Dukutip dari www.orangpemalang.blogspot.com, pemberian nama Desa Cawet menurut sejarah cerita turun temurun, Cawing Tali adalah nama lurah pertama di desa tersebut.

Dikisahkan kurang lebih sekitar tahun 1825, Adipati Pemalang yang bergelar Adipati Reksodiningrat (Kanjeng Pontang) tura/keliling wilayah dan tiba di suatu tempat. Ia kemudian bertemu dengan sekolompok orang yang sedang bekerja di sawah.

Kemudian sang adipati bertanya kepada mereka “Siapa di antara kalian yang menjadi pemimpin ?”

Salah satu dari mereka menjawab sambil menunjuk kepada seseorang dan kebetulan orang yang ditunjuk tersebut hanya memakai kain untuk lancingan/cawing sebagai penutup bagian tubuh dengan ikat pinggang menggunakan seutas tali.

Dengan kejadian tersebut Sang Adipati menunjuk orang tersebut menjadi lurah dan diberi nama “ CAWING TALI “ dan desanya diberi nama “ Desa Cawet “.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.