MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bandeng Presto dan Kode Kampus Jadi Sarana Suap Bupati Jepara

0 1.105

MuriaNewsCom, Jepara – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi sebagai tersangka kasus suap kepada Hakim Pengadilan Negeri Semarang, Lasito. Ia diduga memberikan uang Rp 700 juta untuk mempengaruhi putusan praperadilan di PN Semarang.

Lantas bagaimana cara Marzuqi memberikan suap tersebut dan diketahui oleh KPK?

Melalui keterangan saat jumpa pers di Jakarta, KPK ternyata mengidentifikasi beberapa langkah Marzuqi untuk memuluskan niatannya tersebut. Marzuqi bahkan diduga melakukan penyuapan dengan cara yang terbilang aneh.

Ia menggunakan sarana kotak Bandeng Presto disertai dengan kode-kode unik sekitar kampus untuk menyerahkan uang kepada Lasito. Sandi-sandi yang teridentifikasi KPK antara lain kata ‘ujian’, ‘disertasi’ dan ‘halaman’.

”Dalam transaksi tersebut Sandi yang teridentifikasi digunakan dalam kasus ini adalah ‘ujian’, kemudian ‘disertasi’, dan ‘halaman’. Jadi seribu halaman, disertasinya akan di antar pada saat ujian. Kira-kira gitu kata-katanya,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di kantor KPK, kawasan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, seperti dikutip CNN Indonesia.

Basaria mengatakan, uang yang diserahkan Marzuqi dalam mata uang rupiah sebesar Rp 500 juta serta dalam bentuk Dolar AS atau setara Rp 200 juta. Uang itu diserahkan di rumah Lasito di Solo, Jawa Tengah.

“Dalam bungkusan tas plastik bandeng presto dan uang ditutup dengan kotak bandeng presto agar tidak terlihat,” kata Basaria.

Menurut dia, uang itu diduga untuk mempengaruhi putusan praperadilan yang diajukan oleh Marzuqi atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Kejati Jawa Tengah di Pengadilan Negeri Semarang tahun 2017.

Marzuqi sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik untuk DPC PPP Kabupaten Jepara tahun 2011-2014.

“Hakim tunggal memutuskan praperadilan yang diajukan AM dikabulkan dan menyatakan penetapan tersangka AM tidak sah dan batal demi hukum,” kata Basaria.

Meski runtutan kasus sudah diketahui dan tersangka juga sudah ditetapkan, namun kedua tersangka baik Marzuqi ataupun Lasito belum ditahan. Saat ini pihak KPK masih melakukan pemeriksaan kepada saksi.

“Untuk tersangka yang ditetapkan yaitu AM (Ahmad Marzuqi) dan LAS (Lasito) belum ditahan karena sekarang tim kita masih ada di lapangan sekarang, masih ada di Semarang, masih dilakukan secara maraton pemeriksaan. Kemungkinan setelah itu baru mengarah pada tersangka,” tegasnya.

Meski begitu, Basaria sudah meminta Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) agar memberikan pegawasan terhadap hakim.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.