MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Beli Tembakau Hanoman Via Online, Pegawai Swasta di Grobogan Ini Dicokok Polisi

0 434

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Satresnarkoba Polres Grobogan berhasil mengungkap peredaran tembakau Hanoman yang dikategorikan narkotika golongan I. Dalam kasus ini, polisi berhasil meringkus satu orang pelaku atau tersangka yang diindikasikan sebagai pemakai. Tersangka yang diamankan adalah Adhimas (24), seorang pegawai swasta yang tinggal di Kelurahan/Kecamatan Purwodadi.

“Pelaku mengaku mendapatkan barangnya secara online. Bersama pelaku, kita amankan satu paket tembakau Hanoman seberat 7,26 gram yang dibungkus plastik warna hitam,” kata Kasat Resnarkoba Polres Grobogan AKP Abdul Fatah, Kamis (6/12/2018).

Ia mengatakan, penangkapan tersebut berdasarkan laporan masyarakat terkait adanya pemakaian tembakau Hanoman di wilayah kota Purwodadi. Menindaklanjuti informasi ini, anggotanya langsung diminta melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengungkap kasus dan menangkap satu orang pelakunya.

Dari pengakuan tersangka, barang haram tersebut dibeli melalui akun media sosial Instagram yang kemudian diarahkan bertransaksi lewat Line. Tersangka mengaku baru empat bulan memakai tembakau jenis Hanoman untuk digunakan sendiri dengan dicampur rokok.

“Tembakau Hanoman ini dibeli dari Jakarta via online dan dikirim melalui jasa paket,” kata Abdul Fatah.

Menurutnya, tembakau Hanoman sangat berbahaya dan pengaruhnya diklaim lebih besar daripada daun ganja kering.  Secara kasat mata terlihat seperti tembakau biasa, tetapi sebenarnya sudah dicampur dengan zat kimia.

“Tembakau ini diberi nama Hanoman oleh pemakai dan pengedarnya. Ini lebih keras dari daun ganja,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenai Pasal 114 Sub Pasal 112 UU RI No 35 tahun 2009 tetang Narkotika. Sesuai pasal itu, pelaku mendapatkan ancaman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 1 miliyar hingga Rp 10 miliar.

Ditemui terpisah, Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq menegaskan, tembakau Hanoman sangat membahayakan generasi bangsa. Untuk itu, ia berharap kerjasama masyarakat dengan kepolisian untuk memerangi penyalahgunaan narkoba dengan memberikan informasi kepada pihak keamanan.

“Saya himbau kepada masyarakat apabila mengetahui adanya adanya peredaran sabu atau narkoba jenis lainnya, agar memberitahukan atau melaporkan kepada pihak kepolisian. Kami menjamin keamanan dan kerahasiaan pelapor,” jelasnya.

Editor : Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.