MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Mendaki Gunung Sindoro Kini Tak Boleh Lagi Bawa Tisu Basah

0 2.389

MuriaNewsCom, Temanggung – Para pendaki atau wisatawan di Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, kini tak boleh lagi membawa tisu basah ke gunung dengan ketinggian 3.140 meter tersebut. Pengelola pendakian sudah mengeluarkan larangan, dengan alasan kebersihan.

Kebijakan itu menurut Widodo, Anggota Grasindo selaku pengelola Basecamp Pendakian Gunung Sindoro via Kledung, mulai berlaku sejak 12 November 2018.

Dasar pelarangan ini, lantaran biasanya tisu basah setelah dipakai, pendaki membuangnya sembarangan. Padahal tisu basah tersebut tidak bisa terurai dalam waktu singkat, sehingga akan mengganggu lingkungan.

“Sebenarnya tisu basah tersebut paling praktis digunakan waktu pendakian, namun limbah tisu tersebut baru bisa terurai dalam waktu tahunan,” katanya dilansir Antara, Jumat (30/11/2018).

Ia mengatakan, larangan membawa tisu basah tersebut berlaku bukan hanya di Gunung Sindoro, tetapi di seluruh wilayah pendakian di bawah pangkuan Perum Perhutani KPH Kedu Utara.

“Peraturan itu kami buat dengan kesepakatan bersama para pengelola pendakian di KPH Kedu Utara seperti Gunung Andong, Gunung Ungaran, dan lainnya,” katanya.

Ia menuturkan, orang melihat tisu basah di atas gunung pasti berpikiran habis dipakai untuk buang hajat, padahal bisa jadi untuk membersihkan alat masak.

“Namun, kesannya untuk buang air besar sehingga jorok. Karena itu sedikit demi sedikit menghilangkan tisu basah karena tidak bagus untuk lingkungan,” ujarnya.

Menyinggung jumlah wisatawan yang mendaki Gunung Sindoro pada musim hujan, dia mengatakan tetap diminati masyarakat meskipun risikonya lebih tinggi dibanding saat musim kemarau.

“Pendakian pada musim hujan tidak masalah, jumlah pengunjungnya hampir sama dengan musim kemarau, rata-rata 300 pengunjung dalam satu pekan,” terangnya.

Ia menuturkan, para pendaki Gunung Sindoro, antara lain berasal dari Jakarta, Yogyakarta, dan Semarang.

Menurut dia, pendakian ibarat sudah menjadi makanan sehari-sehari para pendaki. Sehingga mereka tidak mengenal musim, baik musim kemarau maupun musim hujan tidak ada pengaruhnya.

“Kadang orang naik gunung justru mencari tantangan, sehingga bagi mereka tidak masalah,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.