MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

PKS Janji Hapus Pajak Motor, Begini Reaksi Pemprov Jateng

0 2.353

MuriaNewsCom, Semarang – Elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menwarkan janji untuk menghapus pajak sepeda motor, jika partai itu bisa menang pemilu. Janji yang dilontarkan Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu PKS, Almuzzammil Yusuf itu menuai komentar dari berbagai pihak.

Sejumlah pengamat menilai janji tersebut sulit terealisasi. Bahkan pemerintah daerah akan pontang-panting menutup biaya operasional, karena kehilangan sumber pendapatan utama dalam APBD.

Seperti Pemprov Jateng, di mana porsi pajak kendaraan sebagai penyumbang dominan dari total pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Jateng, Ihwan Sudrajat mengakui, jika pajak sepeda motor dihapus akan membuat pendapatan daerah semakin merosot.

Ia memaparkan, kontribusi pajak kendaraan bermotor (PKB) untuk pendapatan daerah mencapai 38 persen. Sementara jika ditambah Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) total kontribusinya mencapai 65 persen.

Di Jawa Tengah kendaraan bermotor mencapai 14 juta unit. Dan 83 persen di antaranya merupakan kendaraan roda dua.

”Bayangkan kalau itu (pajak sepeda motor) sampai dihapus, anggaran daerah tentu akan merosot jauh,” kata Ihwan kepada wartawan.

Baca juga : Di Jateng Perpanjang STNK Tak Perlu ke Samsat, Cukup Pakai Ini

Apalagi dalam APBD Perubahan 2018, PKB dan BBNKB sendiri ditarget mampu menyumbang pendapatan hingga Rp 7,3 triliun. Dan saat ini realisasinya disebut sudah mencapai 94 persen dari total target.

“Kita (pemda) kehilangan Rp 100 miliar saja sudah bingung. Apalagi kalau sampai pajak sepeda motor dihapus. Padahal sekarang kita sudah tidak dapat pajak rokok,” ujarnya.

Sehingga, pihaknya menilai janji yang digulirkan elite PKS tersebut tak relevan. Karena jika diaplikasikan, akan sangat merugikan pemerintah daerah.

Selain itu menurut dia, jika pajak sepeda motor dihapus, maka risiko jalanan akan macet semakin tinggi. Pasalnya, dengan penghapusan pajak, harga sepeda motor akan semakin murah dan orang akan semakin mudah untuk menambah kendaraan bermotornya.

“Nanati jadi enggak ada bedannya dengan sepeda. Motor enggak ada surat-suratnya. Yang beli tambah banyak, yang memakai juga tambah tidak bisa diatur,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.