MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sahabat Lestari Coba Populerkan Wayang Klitik

0 272

MuriaNewsCom, Kudus – Wayang Klitik memang kalah populer dibandingkan dengan wayang kulit ataupun wayang golek. Apalagi wayang ini, satu-satunya di Jawa Tengah, hanya ada di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.

Kesenian ini menjadi andalan di desa itu, dan menjadi daya tarik wisata. Perkembangan kesenian ini memang tak semassif wayang lain. Bahkan hanya berkutat hanya di daerah Kudus saja. Padahal keinginan banyak pihak, wayang klitik bisa dikenal ke seluruh Indonesia.

Wayang klitik ini merupakan warisan para leluhur di Desa Wonosoco. Wayang Klitik selalu dimainkan saat digelarnya tradisi Resik-Resik Sendang. Tradisi itu selalu diselenggarakan setiap satu tahun sekali.

Berbeda dengan wayang kulit yang memainkan cerita atau lakon dari Mahabarata, wayang klitik lebih banyak mengangkat cerita dari Majapahit, yang asli Indonesia.

Kesenian ini disebut Wayang Klithik, karena saat dimainkan berbebunyi “klikthik”. Wayang tersebut terbuat dari kayu seperti wayang golek, namun berbentuk pipih menyerupai wayang kulit.

Potensi inilah yang oleh berbagai pihak coba diangkat dan dipopulerkan. Salah satunya dari Komunitas Sahabat Lestari. Terlebih, wayang ini lebih banyak menggarap cerita lokal ketimbang cerita impor yang diadaptasi dari Mahabarata.

Sahabat Lestari mengirim dutanya, yakni   Raeshard Oktaviansha yang merupakan artis nasional untuk datang ke Wonosoco. Ia bertemu satu-satunya dalang wayang klitik di desa itu, yakni Sutikno.

“Di sini kami diceritakan tentang bagaimana sejarah wayang ini. Dan bagaimana perkembangannya hingga sekarang. Wayang klitik ini sangat menarik dan merupakan peninggalan leluhur yang harus dilestarikan,” katanya.

Dari cerita Sutikno diketahui jika hingga kini sudah 8 generasi yang turun temurun mempelajari dan mendalangi pementasan wayang Klitik. Dan Sutikno sendiri juga mengakui awalnya tidak menyukai kesenian ini. Namun kini tekatnya bulat untuk melestarikan wayang klitik.

Saat ini pihaknya juga gencar mengajari generasi muda untuk mendalami kesenian ini. Bahkan anak Sutikno yang kini baru duduk di kelas 2 SD sudah mahir memainkan wayang klitik.

”Sejak umur dua tahun sudah diajari bermain wayang klitik. Anak-anak ini merupakan generasi penerus yang akan melestarikan budaya,” terangnya.

Saat mengunjungi kediaman Sutikno, Raeshard juga diajari cara mendalang secara dadakan.Terlihat artis ibu kota ini cukup menikmati.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.