MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Remaja di Pekalongan Bantai Ibu Kandungnya Karena Bisikan Gaib, Kejiwaan Pelaku Diperiksa

0 605

MuriaNewsCom, Pekalongan – Seorang remaja berumur 18 tahun bernaa Agus Ruhin, warga Kelurahan Sokoduwet, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, tega membantai ibu kandungnya menggunakan sabit. Ibunya tewas dengan luka bacok di bagian kepala.

Tubuh korban yang bernama Toyibah (46) sempat disembunyikan dengan digulung tikar, sebelum diseret ke kamar mandi.

Aksi itu dilakukan saat kakak dan bapak pelaku tengah memperbaiki genting rumah. Aksi pembunuhan sadir ini diketahui sang kakak Mutchirin (29) beberapa saat kemudian, saat pelaku menyeret ibunya ke kamar mandi.

Dilansir Antara, Mutchirin mengatakan saat itu, dirinya sedang menonton televisi di ruang belakang rumah.

“Namun, tiba-tiba saya mendengar ada suara mencurigakan dari arah kamar mandi. Setelah dicek ternyata sang ibu sudah bersimbah darah. Di sisi korban ada Agus Ruhin sambil memegang senjata tajam jenis sabit dan bendo (pisau besar),” katanya.

Mutchirin mengatakan dirinya sempat bertanya pada adiknya, kenapa tega membunuh sang ibu. “Namun, dari ucapan adiknya karena katanya dia mendengar ada bisikan suruh membunuh ibunya,” ujarnya.

Setelah itu, kata dia, adiknya sempat mau melarikan diri namun langsung dihentikan dirinya. Ia juga berteriak minta tolong agar didengar ayahnya dan tetangga lain.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandi Sitepu, mengatakan bahwa polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban atau pelaku di Desa Kelurahan Sokoduwet, Kecamatan Pekalongan Selatan.

“Berdasar keterangan pihak keluarga, pelaku pernah mengalami gangguan jiwa dan menjalani perawatan di Rumah Perlindungan Sosial Berbasis Masyarakat (RPSBM). Saat ini pelaku sudah diamankan untuk penyidikan lebih lanjut,” terangnya, Kamis (22/11/2018).

Pihaknya juga telah mengamankan sebilah sabit dan bendo sebagai barang bukti. Ia menyatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku.

Ia juga menyebut, sebelum ada hasil pemeriksaan dari dokter kejiwaan maka polisi akan menganggap pelaku pada masih kondisi normal.

“Saat ini, pelaku masih kita periksa intensif, termasuk menjalani tes urin. Untuk status kejiwaanya sendiri, kita masih menunggu hasil pemeriksaan dokter kejiwaan,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.