MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kalangan DPRD Jateng Tolak 6 Pembangunan PLTU, 5 Sudah Dicoret

0 558

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah sempat merencanakan pemebangunan enam pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di enam daerah di Jawa Tengah. Namun rencana pembangunan PLTU itu ditentang kalangan DPRD Jateng.

Enam daerah yang direncanakan akan dibangun PLTU yakni di Demak, Kendal, Kota Semarang, Pemalang, Brebes, dan Pekalongan. Rencana pembangunan enam PLTU itu sempat masuk dalam rancangan revisi Perda RTRW Jawa Tengah.

Pihak yang getol melakukan penolakan rencana pembangunan PLTU tersebut yakni Fraksi PKB DPRD Jateng.

Juru bicara Fraksi PKB DPRD Jateng, Benny Karnadi mengatakan dalam rancangan revisi RTRW Jawa Tengah, salah satu turunan industrialisasi yang direncanakan adalah penambahan produksi energi listrik.

Dalam Pasal 27, penambahan tersebut meliputi pembangunan PLTA di 51 waduk. Alokasi pembangunan PLTU Batubara di 10 kabupaten/kota, alokasi PLTPB di 10 kabupaten/kota, maupun alokasi pembangunan PLTS di dua wilayah unggulan.

“Anehnya, ambisi penambahan produksi energi tersebut terjadi saat kondisi ketenagalistrikan di Jawa Tengah yang masuk region Jawa-Bali telah over capacity (surplus) sekitar 33 persen atau sekitar 8000 megawatt,” beber politikus asal Kendal ini.

Sementara alokasi 10 PLTU itu menurut dia, termasuk empat daerah yang sudah berdiri PLTU. Yakni di Kabupaten Rembang, Cilacap, Jepara maupun Batang.

Kemudian direncanakan penambahan enam  lokasi  baru PLTU, yakni di Demak, Kendal, Kota Semarang, Pemalang, Brebes, dan Pekalongan.

Ia menyebut, penolakan PLTU didasari dampak lingkungan. Lantaran PLTU menggunakan bahan bakar batubara, yang sangat rentang terjadi pencemaran.

“Padahal kita perlu memahami bahwa PLTU batubara adalah pembangkit listrik yang merusak lingkungan dengan dampak pencemaran air dan udara yang berbahaya,” ujarnya.

Selain itu menurut dia, tanpa adanya penambahan PLTU baru, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen, seharusnya Jawa-Bali hingga pada tahun 2026 akan tetap surplus listrik hingga 41 persen.

“Data statistik menyebutkan, Jepara yang memiliki PLTU Batubara justru menjadi daerah dengan rasio elektrifikasi terendah se Jawa Tengah dengan rasio hanya 77,11%. Selain itu, Rembang yang juga memiliki PLTU Batubara, menjadi daerah dengan rasio elektrifikasi terendah ke-sepuluh di Jawa Tengah dengan rasio 87,46%,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, FPKB mendesak untuk membatalkan 6 usulan proyek PLTU yang akan direncanakan. Hasilnya menurut dia, lima rencana proyek pembangunan PLTU berhasil dicoret, dan hanya satu yang diterima yakni pembangunan PLTU di Pemalang.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.