MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Semarang Terapkan E-TLE, Tak Respon Tilang STNK Langsung Diblokir

0 1.146

MuriaNewsCom, Semarang – Para pengendara bermotor kini harus berpikir ulang jika harus melakukan pelanggaran lalu lintas di Kota Semarang. Pasalnya, Satlantas Polrestabes dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang bakal memberlakukan sistem yang jauh lebih tegas.

Tak hanya sekadar E-Tilang ataupun sistem tilang dengan pantauan pelanggaran dari CCTV, tapi menggunakan sistem tilang E-TLE atau Electronic Traffic  Law Enforcement. Dengan E-TLE, sistem akan secara otomatis memblokir STNK milik pelangar lalu lintas.

Pemblokiran ini terjadi jika pelanggar mengabaiakan atau tak merespon surat konfirmasi pelanggaran yang dikirim petugas. Dasar surat konfirmasi itu yakni pelanggaran yang terekam CCTV di jalanan Kota Semarang.

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Adi mengatakan, berbagai persiapan telah dilakukan untuk menerapkan sistem tersebut. Termasuk pemasangan CCTV dengan spesifikasi canggih, yang akan ditempatkan di sejumlah titik.

“Sistem ini secata otomatis akan mendeteksi pelat nomor kendaraan. Kemudian merekam pelanggaran dan menyimpan bukti pelanggaran yang nantinya akan dikirim ke alamat sesuai dengan plat nomor yang terekam,” katanya kepada wartawan, Kamis (15/11/2018).

Ia menyebut, ada beberapa tahapan yang dilakukan sistem ini sebelum mengeluarkan surat tilang hingga pemblokiran STNK.

Yakni mulai dari pelanggar terekam CCTV ATCS Dishub, yang kemudian pelanggar diidentifikasi petugas. Dari identifikasi kemudian diketahui data pelanggar berdasarkan registrasi nomor polisi kendaraan.

Dari data inilah, petugas akan mengirim surat konfirmasi data pelanggaran melalui PT Pos. Di dalam surat konfirmasi itu terdapat nomor WA petugas call center, jika akan melakukan konfirmasi.

Selain itu, juga terdapat tangkapan layar pelanggaran termasuk lokasi dan waktu pelanggaran. Tahap berikutnya yakni membayar denda tilang ke BRI sesuai dengan pasal yang dilanggar.

Diharapkan, pelanggar bisa bisa melakukan konfirmasi maksimal empat hari, jika tidak maka nantinya STNK akan diblokir.

”Konfirmasi ini untuk memastikan apakah kendaraan itu benar atas namanya sendiri atau atas nama orang lain. Karena jika mengabaikan konfirmasi, maka saat perpanjangan STNK akan diblokir,” terangnya.

Yuswanto mengharapkan agar pengendara kendaraan tidak mengabaikan surat konfirmasi tersebut.

Untuk itu pihaknya memberikan jeda waktu  untuk menyelesaikan  termasuk membayar denda tilang ke bank yang sudah ditunjuk agar terhindar dari pemblokiran.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.