MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Percepat Pembangunan, Pemkab Jepara Diminta Buat Peta Desa

0 241

MuriaNewsCom, Jepara – Badan Informasi Geospasial (BIG) menyarankan petinggi di Jepara membuat peta desa secara resmi. Peta desa ini selain untuk memastikan rencana pembangunan juga mengurangi konflik antardesa yang dipicu batas desa yang tidak jelas lantaran minimnya dokumen resmi di desa. Dengan adanya peta, masyarkat bisa memanfaatkan sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Hal itu dikatakan oleh, Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial Adi Rusmanto pada acara Diseminasi Informasi Geospasial, untuk mendukung pembangunan daerah, yang digelar di salah satu hotel yang berada di dalam objek wisata Tirta Samudra Bandengan, Kabupaten Jepara, Kamis (13/11).

Mengusung tema Pemetaan Partisipatif untuk Pengembangan Potensi Desa, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran terharap informasi geospasial. Terutama mengenai pemetaan batas desa sekaligus menyampaikan Undang-undang (UU) tentang informasi geospasial.

“Portalnya Kabupaten Jepara ini sudah cukup bagus, tinggal menuggu terhubung dengan portal nasional di tanahair.indonesia.go.idsaja,” ujar Adi Rusmanto.

Pihaknya mendorong partisipasi masyarakat untuk mengisi konten peta, sehingga cukup dengan gawai, masyarakat bisa mengetahui mengetahui potensi apa saja yang ada di desa. Sehingga bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat. Oleh karena itu ketersediaan peta desa menjadi salah satu modal terpenting dalam pengembangan potensi tersebut.

“Hal ini tentunya akan mempermudah Pemerintah desa (Pemdes) untuk merancang program-program pembangunan desa yang efektif dan efisien. Intinya peta desa kita harus baik,” imbuh dia.

Sementara itu, anggota Komisi VII DPR-RI, Daryatmo Mardiyanto mengapresiasi tersenggaranya acara tersebut. Pasalnya acara ini lebih mendekatkan DPR-RI dan BIG ke masyarakat. Karena BIG adalah lembaga pemerintah non kementerian yang kontribusinya sudah dirasakan sehari-hari, mulai peta nasional dan peta desa.

“Misal seperti fenomena likuifaksi yang kemarin terjadi. Kejadian itu bisa menghilangkan batas atas kecamatan dan desa karena sungainya hilang. Patok-patoknya tidak ada. Itu yang bisa mendeteksi koordinat adalah BIG. Biarpun bergeser batasan wilayah masih terlihat,” ujar Daryatmo.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa pemetaan dan peta desa itu sangat penting. Oleh karenanya setiap desa harus memiliki peta desa masing-masing, selain memudahkan program kerja Pemdes, juga memudahkan warga mensertifikatkan tanahnya.

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi melalui sambutannya yang dibacakan Kepala Bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah (Kabag Pemdes Setda) Jepeara, Eriza Rudi Yulianto mengucapkan terima kasih atas peran dan dukungan BIG di Jepara selama ini. Dimana pada tahun 2017, BIG telah menyediakan citra satelit resolusi tinggi, dan melakukan delineasi seluruh batas 184 desa dan 11 kelurahan, yang dituangkan dalam peta kerja batas desa.

“Saya mendorong partisipasi aktif seluruh desa yang ada di Kabupaten Jepara untuk mengisi data dan memanfaatkan peta desa,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.