MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Geger Remaja Mabuk Rebusan Pembalut, Aparat Belum Bisa Menindak

0 552

MuriaNewsCom, Semarang – Fenomena menyimpang remaja di berbagai daerah di Jawa Tengah yang mabuk menggunakan air rebusan pembalut wanita kini tengah bikin geger. Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan fenomena ini sebagian besar dilakukan anak jalanan dengan usia belasan tahun.

Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Jateng, AKBP Suprinarto mengatakan, kasus itu paling banyak ditemukan di wilayah pinggiran. Seperti Purwodadi, Kudus, Pati, Rembang dan Kota Semarang bagian timur.

”Mereka rata-rata berusia 13-16 tahun. Pembalut direndam, kemudian air rebusannya diminum. Sehingga punya efek seperti narkoba,” katanya.

Latarbelakang fenomena menyimpang ini, lantaran anak-anak jalanan tak mampu membeli sabu yang harganya jutaan rupiah. Konsumsi air rebusan dinilai lebih murah ketimbang membeli narkotika yang dinilai mahal.

Meski demikian, BNN belum bisa melakukan penindakan atas kasus fenomena menyimpang ini. Penyebabnya, belum ada landasan hukum yang kuat. Pasalnya, air rebusan pembalut dinilai belum termasuk dalam kategori zat-zat berbahaya atau terlarang.

Meski demikian, BNN Jateng terus mengupayakan untuk mencegah fenomena menyimpang ini terus berkembang.

Langkah yang sama juga dilakukan Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3KAB) Jawa Tengah. Lembaga ini tengah membentuk tim khusus untuk menangani fenomena yang meresahkan masyarakat.

Seksi Perlindungan Anak BP3AKB Jawa Tengah, Isti Ilma Patriani mengatakan, tim khusus tersebut akan melakukan pendalaman dan pendampingan terhadap anak yang menggunakan rebusan pembalut untuk mabuk.

“Fenomena tak lazim ini memang kerap dilakukan anak-anak jalanan. Mereka melakukan itu karena tidak punya uang,” katanya pada wartawan.

Ia menyebut, dari keterangan para anak-anak jalanan itu diketahui jika mereka meminum air rebusan pembalut wanita untuk melepaskan diri dari tekanan. Menurut dia, remaja dengan usia 13-16 tahun memang punya rasa ingin tahu yang kuat untuk mencoba yang baru. Termasuk hal-hal yang berbahaya.

Pihaknya menyebut, mengonsumsi air rebusan pembalut cukup membahayakan. Karena pembalut wanit mengandung zat chlorine berbahaya yang terdapat di dalam gel.

”Meski kasus ini baru ditemukan di beberapa daerah, tapi ini harus segera dihentikan agar tak menyebar ke daerah lain. Kami akan terus mendalami dan melakukan pendampingan karena hal ini dapat merusak generasi muda,” pungkasnya.

Penggunaan air rebusan pembalut sebagai zat pengganti narkotika sangat mengkhawatirkan. Karena pembalut mengandung zat chlorine yang yang dapat mengakibatkan masalah kulit, iritasi, dan kanker jika terpapar dalam jangka panjang.

Zat lainnya adalah sodium polyacrylate yang berfungsi sebagai penyerap dalam pembalut. Zat tersebut dapat menimbulkan iritasi, alergi, dan hipotensi.

Editor : Ali Muntoha

Caption : Kabid Pemberantasan BNNP Jateng, AKBP Suprinarto menunjukkan pembalut yang direbus untuk mabuk

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.