MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Buruh Kabupaten Semarang Tolak Usulan UMK Rp 1,8 Juta, Segini yang Diminta

0 514

MuriaNewsCom, Semarang – Para buruh di Kabupaten Semarang menolak usulan Bupati Semarang, Mundjirin terhadap besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2019. Besaran UMK yang direkomendasikan bupati ke gubernur Jateng yakni sebesar Rp 1.896.989.

Para buruh menilai besaran UMK itu tak sesuai dengan kebutuhan layak. Buruh meminta UMK Semarang tahun 2019 ditetapkan sebesar Rp 2.556.666.

Nilai itu menurut Sekretaris DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Semarang, sudah sesuai dengan survei kebutuhan hidup layak (KHL).

Pihaknya menolak penetapan UMK yang menggunakan dasar perhitungan PP No 78 tahun 2015 tentang pengupahan. Menurut dia, PP tersebut merugikan buruh.

“SPN menolak angka Rp 1. 896. 989 usulan Bupati Mundjirin dan menuntut Rp. 2.556. 666 sebagai UMK Semarang tahun 2019,” katanya.

Untuk menyuarakan tuntutan ini, para buruh telah berkali-kali menggelar aksi demonstrasi. Bahkan rencananya pada tanggal 20 November 2019 mendatang juga bakal digelar aksi demo besar-besaran untuk memperjuangkan tuntutan buruh.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Daerah Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) Kabupaten Semarang Sumanta mengatakan, semestinya UMK ditetapkan sesuai KHL. Apabila UMK di bawah KHL maka buruh tidak bisa hidup layak.

“Karena itu, kami minta UMK 2019 sesuai KHL. Berdasarkan hasil survei, KHL di Kabupaten Semarang mencapai Rp 2.498.000 atau dibulatkan menjadi Rp 2,5 juta,” katanya.

Dia menyatakan, apapun alasannya, pekerja menolak formulasi penghitungan besaran UMK menggunakan acuan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Sebab, aturan tersebut tidak pro pekerja melainkan merugikan kalangan buruh.

“Kami menolak PP Nomor 78 Tahun 2015. Tetapkan UMK 2019 sesuai KHL 2018 ditambah inflasi dan pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.