MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bawaslu Jateng Curiga Ada Nama ‘N’ di DPS Jepara yang Dipakai 2 Orang

0 378

MuriaNewsCom, Semarang  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah sempat dibuat curiga dengan beberapa nama yang masuk dalam daftar pemilih sementara (DPS) Pemilu 2019. Pasalnya, nama tersebut cukup aneh karena hanya terdiri dari satu dan dua huruf saja.

Ini terjadi di Kabupaten Jepara. Di mana terdapat dua nama calon pemilih di Jepara yang namanya hanya terdiri dari satu huruf. Yakni N dan K.

Nama N disandang seorang mahasiswa kelahiran tahun 1992, warga Desa Sinanggol, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Sementara K dipakai seorang pemuda yang tinggal di Kelurahan Kauman, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara.

Anehnya, nama N juga tercatat di DPS sebagai calon pemilih dari Wonogiri. Bedanya jika N di Jepara seorang laki-laki, sementara N di Wonogiri adalah perempuan.

N di Wonogiri tercatat sudah menikah kelahiran 22 Juni 1996. Dan berdomisili di Dusun Jorong, Desa Mricinde, Kecamatan Purwantoro.

Tak hanya nama N dan K di Jepara yang dianggap janggal. Bawaslu Jateng juga menemukan nama yang hanya terdiri dari dua huruf saja. Yakni IN, yang merupakan perempuan kelahiran Magelang, 25 Juli 1991.

IN berstatus telah menikah dan tinggal di Dusun Ledok, Desa Tawang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Magelang.

Koordinator Divisi Humas dan Hubungan AntarLembaga Bawaslu Jateng, Rofiuddin mengakui sempat curiga, karena nama-nama tersebut tak biasa. Dari kecurigaan itu, petugas lalu diperintahkan untuk mendatangi alamat yang tertera.

”Dan ketika diperiksa di lapangan, memang benar nama mereka N. Nama mereka sesuai dengan E-KTP,” katanya.

Dalam verifikasi yang dilakukan, menurut dia, petugas juga menemukan ada kesalahan pencetakan jenis kelamin terhadap pemilih. Hal itu ditemukan misalnya Sukini, warga Desa Karangwuni, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo.

Di dalam KTP, nama Sukini tertera jenis kelamin laki-laki. Namun setelah dicek di lapangan Sukini adalah perempuan. Bawaslu menyatakan itu kesalahan saat pengetikan data E-KTP.

Bawaslu Jateng juga  6.495 posko pengaduan di Jateng untuk validasi DPT. Hasilnya ada 2.021 pengaduan yang disampaikan warga masyarakat. Oleh sebab itu perlu ketelitian dan partisipasi warga untuk validasi DPT.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.