MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Perahu Dihantam Ombak, 1 Nelayan Tewas 2 Lain Selamat Berkat Peti Ikan

0 855

MuriaNewsCom, Cilacap – Seorang nelayan asal Cilacap yang tenggelam dihantam ombak selama tiga hari ditemukan tim SAR gabungan, Senin (22/10/2018) pagi. Nelayan beranama Timan (53) itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Korban bersama dua orang temannya tenggelam setelah perahu yang digunakannya dihantam ombak pada Jumat (19/10/2018) lalu. Dua orang teman korban berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada tutup peti ikan, namun korban yang mengapung menggunakan jeriken kembali tergulung ombak.

“Korban diketahui bernama Timan (53), warga Desa Gombolharjo, Kecamatan Adipala, Cilacap. Jenazah Timan ditemukan pada Senin, pukul 07.30 WIB, di perairan selatan PLTU Bunton, Adipala,” kata kata Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap, Mulwahyono dikutip dari Antara.

Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, jenazah Timan segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap untuk menjalani pemeriksaan sebelum dipulangkan ke rumah duka.

Mulwahyono mengatakan. korban diketahui berangkat melaut dari Dermaga 3 Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap pada Jumat (19/10/2018), pukul 03.00 WIB.

Ia berangkat bersama dua reannya Warjim (60) warga Kelurahan Sidakaya, Kecamatan Cilacap Selatan, yang merupakan pemilik perahu dan Suwandi (53), warga Desa Sawangan, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap. Mereka menggunakan perahu “Jokuno Jaya”.

Sesampainya di perairan selatan Gunung Srandil, Desa Glempangpasir, Kecamatan Adipala, korban bersama dua rekannya menebar jaring untuk mencari udang.

Akan tetapi, sekitar pukul 12.30 WIB, perahu yang mereka tumpangi bocor, sehingga seluruh korban bersama dua rekannya berusaha mengeluarkan air dari dalam perahu.

Namun saat itu, tiba-tiba datang gelombang tinggi dan langsung menghantam perahu hingga akhirnya tenggelam.

Seketika itu juga, Warjim dan Suwandi berpegangan pada tutup peti ikan, sedangkan Timan berpegangan pada jeriken sebagai pelampung.

Namun nahas, saat mereka berupaya menyelamatkan diri, gelombang tinggi kembali datang dan langsung menghantam tubuh tiga nelayan itu.

Akibat kejadian tersebut, jeriken yang dipegang Timan terlepas hingga akhirnya nelayan itu tenggelam. Sedangkan Warjim dan Suwandi dapat diselamatkan oleh nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian pada pukul 15.00 WIB dan selanjutnya dibawa ke Cilacap untuk menjalani pemeriksaan medis.

“Setelah menerima informasi kejadian kecelakaan laut tersebut, kami segera memberangkatkan satu regu Basarnas untuk mencari korban,” kata Mulwahyono.

Ia mengatakan dengan ditemukan jenazah Timan, operasi SAR untuk mencari korban tenggelam di perairan selatan Kabupaten Cilacap dinyatakan ditutup dan seluruh potensi SAR yang terlibat telah kembali ke pangkalan masing-masing.

Operasi SAR tersebut melibatkan personel Basarnas Pos SAR Cilacap, Satuan Polisi Perairan Kepolisian Resor Cilacap, Pangkalan TNI Angkatan Laut Cilacap, Radio Antar-Penduduk Indonesia Cilacap, Cilacap Rescue, SAR MTA, Tim Penolong Kecelakaan Laut Cilacap, Sukarelawan Pandanarang, serta keluarga dan masyarakat sekitar.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.