MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kasus Air PDAM Solo Jadi Semerah Darah Ditangani Polda, Bos Pabrik Cat Diperiksa

0 777

MuriaNewsCom, Semarang – Warga Kota Solo mengeluhkan air PDAM sejak dua pekan terakhir menjadi berwarna merah darah. Ternyata penyebab air itu berubah warna disebabkan limbah pabrik cat yang masuk ke aliran air PDAM.

Penyebabnya, saluran pembuangan limbah pabrik cat tersebut disambung secara ilegal ke jaringan pipa milik PDAM. Fakta ini ditemukan setelah petugas gabungan melakukan pemeriksaan di pabrik cat PT Mahkota Citra Lestari (MCL) di wilayah Banyuanyar, Solo.

Pihak PDAM Kota Solo telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Polresta Surakata telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Dan kini, Polda Jawa Tengah juga turun tangan untuk mengusut kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja menyatakan, kasus itu kini juga ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng.

”Sudah ada enam saksi yang diminta keterangan. Dan saat ini masih dalam tahap pemeriksaan,” katanya pada wartawan, Jumat (19/10/2018).

Salah satu yang dimintai keterangan yakni Direktur P MCL berinisial K. Polisi juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga terkait dengan pencemaran tersebut.

Hasil penyelidikan sementara diperoleh hasil jika PT MCL tidak memiliki Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL). Sehingga membuang sisa pencucian mesin produksinya ke saluran PDAM.

Perusahaan tersebut, kata Agus, juga tidak mengantongi izin lingkungan. Meski demikian menurut dia, hingga kini polisi belum menetapkan tersangka.

Pelaku tindak pidana ini sendiri akan dijerat dengan Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Baca juga : 

Diberitakan sebelumnya, warga Kota Solo tengah digegerkan dengan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surakarta yang berwarna merah seperti darah. Air merah darah ini mengucur dari keran-keran rumah warga di wilayah Banyuanar, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Lokasi yang paling parah berada di RW 12 Kelurahan Banyuanyar. Lokasi ini tak jauh dari rumah Presiden Joko Widodo. Bahkan aliran air merah darah ini hampir masuk ke wilayah rumah Jokowi.

Bukan hari ini saja air PDAM itu berubah warna. Sudah hampir dua pekan lalu kondisi ini terjadi, dan warga terus mengeluh. Humas PDAM Surakarta, Bayu Tunggal membenarkan hal ini. Ia mengaku terus mendapat komplain dari warga.

Setelah menerjunkan tim bersama Dinas Lingkungan Hidup, diketahui jika sumber perubahan warna itu berasal dari pembuangan limbah pabrik cat cat di sekitar Banyuanyar, Solo.

Bahkan PDAM menemukan limbah cat itu dibuang lewat pipa. Pipa tersebut lah yang ternyata terkoneksi dengan aliran air PDAM.

“Limbahnya kan dibuang ke selokan, karena membeludak terus disalurkan ke pipa, tapi masuk ke jaringan pelanggan,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.