MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Aset Pemprov Jateng Capai Rp 36 Triliun, Tapi Pengelolaan Dianggap Tak Optimal

0 242

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah tercatat mempunyai aset senilai Rp 36 triliun. Namun kalangan dewan menilai, aset-aset tersebut belum dikelola secara optimal untuk menunjang pendapatan asli daerah (PAD).

Anggota Komisi C DPRD Jateng, Hasan Asy’ari menyebut, PAD Jateng mayoritas masih didapatkan dari sektor pajak kendaraan bermotor. Sementara pendapatan dari pemanfaatan aset daerah belum maksimal.

Apalagi menurutnya, masih banyak aset milik pemprov yang belum bersertifikat. Oleh karena itu, pihaknya mendesak pemprov segera melakukan sertifikasi aset dengan jelas.

“Tentu sebelum melakukan optimalisasi, sertifikasi aset ini yang harus ditempuh biar semua jelas keberadaan maupun statusnya. Baik aset yang dikelola organisasi perangkat daerah (OPD), maupun instansi khusus yang mengelola aset daerah,” katanya, Rabu (10/10/2018).

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebut, setelah persoalan sertifikasi aset beres, baru dilakukan pemetaan aset berdasarkan letak dan fungsinya.

“Hal ini agar memiliki manfaat yang maksimal, baik dikelola sendiri oleh pemprov maupun kerja sama badan usaha milik daerah, dan swasta murni,” ujarnya.

Hanya saja menurutnya, semuanya harus dilakukan dengan perencanaan proyeksi. Baik itu proyeksi peruntukan aset yang ada maupun hasil yang akan diperoleh.

“Dan tidak boleh asal-asalan. Butuh analisis yang matang. Jangan sampai potensinya miliaran, kemudian hasilnya hanya puluhan juta,” kata Hasan yang juga menjabat Wakil ketua DPW PKB Jateng ini.

Menurut Hasan, dalam penataan maupun optimalisasi, aset butuh profesionalisme. Mulai dari perencanaan, pengelolaan, maupun sumber daya manusia (SDM) yang ada.

“Kita juga harap aset ini benar-benar jadi perhatian. Karena dari tahun ke tahun persoalan ini belum bisa diselesaikan dengan tuntas,” bebernya.

Ia menilai aset sebesar Rp 36 triliun tersebut bisa menjadi sumber pendapatan yang potensial. Hanya saja, pengelolaanya harus dilakukan secara optimal dengan memperhatikan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas dan pengawasan yang melekat.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.