MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng Kini Didukung USAID

0 605

MuriaNewsCom, Semarang – Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5NG) dinilai cukup berhasil. Program ini disebut berhasil menurunkan angka kematian ibu (AKI) menjadi 14 persen.

Bahkan program ini menarik perhatian dari United States Agency for Internasional Development (USAID). Lembaga internasional ini bakal mendukup 5NG melalui program jalin.

Jalin merupakan program khusus dari USAID untuk mengurangi kematian ibu dan anak dengan mengkonsolidasikan lintas sektoral.

“Jalin ingin membantu dalam politik kesehatan kita Jawa Tengah. Mereka peduli sekali dengan angka kematian ibu melahirkan dan balita, dan inline dengan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng,” kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Menurut dia, program 5NG telah berhasil menurunkan AKI sebesar 14% pertahun sejak diluncurkan tahun 2016 lalu. Capaian itu melebihi target dunia (SDG’s) sebesar 3% pertahun atau 90 per 100 ribu kelahiran hidup.

Sementara AKI di Jateng pada 2017 adalah 88,58 per 100 ribu kelahiran hidup. Padahal tahun 2013 AKI masih 118,62 per 100 ribu kelahiran hidup.

“Kami memang mau dalami lagi program itu (5NG) lima tahun berikutnya ini. Saya ingin mengurai isu Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng itu tidak hanya untuk kesehatan ibu dan bayi, tapi kualitas janin. (Tapi juga mengatasi) Stunting. Di mana kesehatan saja tidak cukup,” ujarnya.

Tapi, kata Ganjar, harus didukung yang lain, dia harus punya rumah yang sehat, jamban, pangan yang cukup, gizi yang cukup. Nah peran itulah yang nantinya akan dikerjakan oleh Jalin.

“Kalau nanti muaranya adalah kualitas kesehatan, dan kita mau ngambil sisi kesehatan manusia sejak dalam kandungan sampai lahir, maka saya minta dibuatkan analisis. Sektor apa yang mendukung, metode apa yang dipakai, politik anggarannya seperti apa, regulasi apa yang mesti dibuat,” terangnya.

Saat ini Jalin telah bekerja sama dengan 6 provinsi di Indonesia, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, Sumut dan Sulsel. Selain koordinasi intensif dengan pemerintah, Jalin juga terus menjalin kemitraan dengan perusahaan.

“Yang begini ini menurut saya kekuatan masyarakat yang luar biasa. Kalau mereka bisa berbagi cerita itu di workshop bisa kita angkat jadi kebijakan di Jawa Tengah,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Jalin USAID, Budiharja menegaskan dalam kerangka kerjanya, Jalin juga bakal menggandeng untuk aktif dari pihak swasta dan masyarakat untuk mengumpulkan data. Dari data-data dan informasi yang ada terkait kesehatan ibu dan anak mereka akan mangajak duduk bersama antara pemerintah masyarakat dan swasta kemudian merumuskan bersama.

“Ibaratnya, jadi Mak comblang. Menghubungkan sana sini berdasarkan data. Bagaimana rumah sakitnya, pemerintahnya, swasta, masyarakat, bagaimana lintas sektoralnya,” terangnya.

Program tersebut, lanjut Budiharja, bakal dia terapkan di Jawa Tengah sampai 2020. Dan yang menjadi sasaran utamanya adalah private sector karena ranah tersebut yang saat ini jarang tersentuh.

“Maka kami menggandeng APINDO. Pak Gub memberikan arahan untuk menyusun langkah-langkah strategis. Saya kita tinggal melanjutkan, karena Pak Gub punya program yang bagus, tinggal kita memperdalam,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.